bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik Negatif, Defisit APBN dan Cadangan Devisa Menurun

Redaksi 14 April 2026 9 views
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik Negatif, Defisit APBN dan Cadangan Devisa Menurun
Ilustrasi: Rupiah Tertekan Sentimen Domestik Negatif, Defisit APBN dan Cadangan Devisa Menurun

bytedaily - Nilai tukar Rupiah terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa pagi, 14 April 2026, turun 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.130 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini melanjutkan tren dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.105 per dolar AS. Analis mata uang Lukman Leong dari Doo Financial Futures mengaitkan pelemahan ini dengan sentimen domestik yang masih belum kondusif.

Sentimen negatif tersebut dipicu oleh beberapa faktor krusial di dalam negeri. Data menunjukkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Maret 2026 melonjak signifikan sebesar Rp240,1 triliun, atau naik 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, cadangan devisa Indonesia juga menunjukkan tren penurunan, tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, turun dari 151,9 miliar dolar AS di akhir Februari 2026. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang direvisi turun oleh Bank Dunia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen turut menambah kekhawatiran.

Meskipun dibayangi oleh sentimen domestik yang lemah, potensi penguatan Rupiah masih terbuka. Pemulihan sentimen pasar global, penurunan harga minyak mentah di bawah 100 dolar AS per barel, serta harapan terhadap kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor penopang. Dengan mempertimbangkan dinamika tersebut, pergerakan Rupiah diperkirakan masih berada dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS dalam jangka pendek.