bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, saham perusahaan perangkat lunak enterprise ServiceNow (NOW) anjlok 13% pada perdagangan pra-pasar Kamis, memicu aksi jual yang lebih luas di saham-saham perangkat lunak lainnya. Saham-saham seperti Salesforce (CRM), Oracle (ORCL), dan Adobe (ADBE) juga terpantau melemah.
Penurunan ini terjadi meskipun ServiceNow berhasil memenuhi ekspektasi pendapatan kuartal pertama. Namun, perusahaan menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah menyebabkan penundaan dalam beberapa penjualan langganan (subscription sales). Pendapatan langganan pada tiga bulan pertama tahun ini melonjak 22% menjadi $3,67 miliar. Pertumbuhan ini seharusnya lebih tinggi jika tidak ada dampak dari konflik Timur Tengah.
ServiceNow mengungkapkan bahwa mereka mengalami hambatan sekitar 75 basis poin akibat penundaan penutupan beberapa kesepakatan besar di Timur Tengah yang bersifat on-premise. Hal ini disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Laba bersih yang disesuaikan (adjusted earnings) kuartal pertama tercatat sebesar $0,97 per saham, sejalan dengan perkiraan Wall Street.
Selain isu konflik, saham ServiceNow juga termasuk di antara beberapa saham perangkat lunak yang mengalami tren penurunan di tengah kekhawatiran mengenai potensi gangguan dari kecerdasan buatan (AI). Meskipun perusahaan telah meluncurkan inisiatif dan produk terkait AI di berbagai penawarannya, hal tersebut belum cukup untuk meredakan tekanan jual yang lebih luas di sektor ini. Sejak awal tahun, saham ServiceNow telah turun lebih dari 30%.
Pada awal pekan ini, ServiceNow menyelesaikan akuisisi startup keamanan siber Armis senilai $7,75 miliar.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.