bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Samsung secara resmi telah memperkenalkan produk kacamata pintarnya yang diberi nama Galaxy Glasses. Perangkat ini diperkirakan akan mulai tersedia di pasaran pada bulan September mendatang. Kacamata pintar ini merupakan hasil kolaborasi antara Samsung dengan merek kacamata Korea, Gentle Monster, serta didesain oleh Warby Parker. Dengan peluncurannya, Galaxy Glasses diprediksi akan menjadi pesaing langsung bagi kacamata pintar Meta Ray-Ban.
Menurut informasi dari cnnindonesia.com, perangkat ini akan beroperasi menggunakan sistem operasi terbaru dari Google, yaitu Android XR. Google sebelumnya telah memberikan sedikit gambaran mengenai kolaborasi ini pada ajang Google I/O 2026 bulan Mei lalu, dengan menyebutkan bahwa koleksi pertama kacamata pintar ini dijadwalkan rilis tahun ini. Samsung pun mengonfirmasi bahwa seluruh koleksi dari Gentle Monster dan Warby Parker akan diluncurkan pada musim gugur tahun ini, meskipun rincian harga dan tanggal pasti peluncurannya belum diumumkan secara resmi.
Samsung mengklaim bahwa kacamata pintar Galaxy Glasses memiliki kemampuan untuk menerima panggilan telepon, memutar musik, dan mengambil foto. Lebih lanjut, perangkat ini telah terintegrasi secara native dengan kecerdasan buatan (AI) Google Gemini AI. Kacamata ini dapat terhubung langsung dengan ponsel Android dan jam tangan yang menggunakan sistem operasi Google Wear OS. Selain itu, Galaxy Glasses juga memanfaatkan asisten AI milik Samsung, Bixby, untuk menjalankan berbagai fungsinya.
Won-Joon Choi, COO Mobile Experience Samsung, mengungkapkan bahwa kacamata pintar ini mampu bertahan hingga 9 jam penggunaan dalam sekali pengisian daya. Kotak penyimpanannya (case) juga menyediakan daya tambahan yang memungkinkan hingga tujuh kali pengisian ulang. Meskipun demikian, perangkat ini tidak dilengkapi dengan layar bawaan. Fitur-fitur yang ada, termasuk perekaman konten dan fungsi AI, mengandalkan kamera internal dan mikrofon.
Menurut cnnindonesia.com, kacamata pintar ini juga mendukung tampilan berbagai sudut pandang (POV) secara langsung, yang dapat dimanfaatkan saat mengikuti rapat di Google Meet. Navigasi pada kacamata pintar ini terintegrasi dengan ekosistem perangkat Samsung lainnya, misalnya dengan gerakan 'double-pinch' untuk menjawab panggilan masuk. Kacamata ini rencananya akan hadir dengan pilihan minimal empat desain bingkai yang berbeda.