bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Samsung dilaporkan akan memperkenalkan pembaruan keamanan yang lebih ketat pada layar kunci perangkat Galaxy melalui pembaruan One UI 9. Kebijakan baru ini akan memaksa pengguna melakukan reset pabrik (factory reset) jika salah memasukkan PIN, kata sandi, atau pola sebanyak 13 kali berturut-turut.
Menurut dokumen dukungan resmi Samsung yang dipublikasikan akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Android Authority, One UI 9 akan menerapkan "langkah keamanan layar kunci yang lebih ketat" untuk percobaan yang gagal secara beruntun. Kebijakan ini merupakan pengembangan dari pembaruan keamanan Android 17, yang sebelumnya telah membatasi percobaan gagal dari 1.800 kali dalam lima tahun menjadi hanya 20 kali.
Samsung lebih lanjut memperketat batas tersebut menjadi 13 kali percobaan gagal. Setelah 12 kali percobaan gagal, pengguna akan diminta menunggu selama 24 jam sebelum diberikan kesempatan terakhir pada percobaan ke-13. Sistem perhitungan yang disebut "smart counting" juga diterapkan, di mana percobaan berulang dengan PIN atau kata sandi yang sama tidak akan dihitung sebagai percobaan gagal.
Pengguna perangkat Galaxy yang menjalankan One UI 9 akan menerima informasi mengenai jumlah percobaan yang tersisa dan teks panduan setiap kali terjadi kesalahan input berulang. Meskipun perangkat akan di-reset paksa, pengguna tetap diwajibkan melakukan autentikasi ulang akun Samsung dan Google setelah proses reset selesai, berkat adanya fitur Factory Reset Protection.
Selain itu, sistem Android mewajibkan pengguna memasukkan PIN, kata sandi, atau pola setiap 72 jam, meskipun autentikasi biometrik menjadi metode utama. Kebijakan keamanan baru ini rencananya akan diterapkan pertama kali pada perangkat Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8, yang merupakan perangkat pertama yang menggunakan sistem operasi Android 17.