bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Samsung menjelaskan strategi khusus untuk menghadapi peningkatan penjualan handphone bekas yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga smartphone baru, yaitu dengan menawarkan pembaruan sistem operasi jangka panjang.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan upgrade sistem operasi hingga tujuh tahun, dengan harga yang tetap terjangkau bagi konsumen.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat yang dapat dipakai dalam periode lama, sehingga Samsung memperkenalkan Galaxy S26 FE sebagai solusi.
Menurut Ilham, Galaxy S26 FE akan menerima pembaruan perangkat lunak selama tujuh tahun atau tujuh generasi, sehingga pengguna tidak perlu khawatir perangkat akan menjadi usang.
Selain peningkatan fitur, pembaruan tersebut juga mencakup security patch secara berkala selama tujuh tahun ke depan, memastikan perangkat tetap aman dari ancaman keamanan.
Galaxy S26 FE hadir sebagai bagian dari keluarga Galaxy S Series, menawarkan pengalaman premium bagi para pengguna.
Perangkat ini dilengkapi dengan teknologi Galaxy AI terbaru yang diadopsi dari seri S26, termasuk fitur Super Steady dan MyFancam yang sebelumnya terdapat pada Galaxy Z Fold 8, serta integrasi fitur Now Brief, Now Nudge, dan Circle to Search yang diperbarui bersama Google.
Galaxy S26 FE tersedia dalam tiga pilihan warna—Blueberry, Graphite, dan Pistachio—memiliki layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci, chipset Exynos 2500, baterai 4.900 mAh, serta triple kamera belakang dengan sensor utama 50 MP, ultra‑wide 12 MP, dan telefoto 8 MP, ditambah kamera depan 12 MP.
Smartphone ini telah resmi diluncurkan di Indonesia dengan harga mulai Rp 11,999 juta untuk varian 8 GB/128 GB.
Laporan terbaru Omdia yang berjudul Smartphone Display Intelligence Service mengindikasikan bahwa mayoritas pengguna kini lebih memilih smartphone bekas, terlihat dari peningkatan pengiriman panel layar ke pasar refurbished. Permintaan dari produsen menurun seiring kenaikan harga memori, yang menyebabkan penurunan signifikan dalam rencana produksi. Omdia memperkirakan permintaan panel layar untuk smartphone baru akan turun sekitar 12 persen pada tahun 2026.