bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 13:46 WIB

Sejumlah Kedai Fish and Chips di Inggris Jual Ikan Lele sebagai "Ikan Tradisional"

Redaksi 01 Mei 2026 14 views
Sejumlah Kedai Fish and Chips di Inggris Jual Ikan Lele sebagai "Ikan Tradisional"
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sejumlah kedai penjual ikan goreng (chippies) di Inggris terungkap menjual ikan lele (catfish) dengan dalih sebagai "ikan dan kentang goreng tradisional" untuk menekan biaya operasional. Praktik ini sulit dideteksi karena investigasi bergantung pada pengujian DNA yang mahal.

Sebuah investigasi BBC North West menemukan bahwa spesies ikan lele, yang dikenal sebagai pangasius atau river cobbler, dijual di kedai-kedai di wilayah tersebut tanpa disadari sepenuhnya oleh pelanggan.

Chartered Trading Standards Institute menyatakan bahwa meskipun praktik penjualan atau deskripsi ikan yang salah bukan masalah yang meluas, namun "masih ada beberapa bisnis yang tidak jujur". Ikan lele aman dikonsumsi, umumnya dibudidayakan, dan diimpor dari Asia Tenggara. Harganya jauh lebih murah, sekitar £3,40 per kilogram untuk grosir, dibandingkan spesies tradisional seperti kod dan haddock yang biasanya mencapai £15 per kilogram.

Investigasi ini dipicu oleh keluhan pemilik sebuah kedai ikan goreng di Liverpool kepada BBC mengenai praktik yang tidak jujur tersebut. "Ini terjadi lebih sering dari yang Anda kira dan merugikan orang-orang seperti saya," katanya.

BBC menganalisis puluhan ulasan makanan daring di mana pelanggan mempertanyakan jenis ikan yang mereka beli. Banyak yang meninggalkan komentar seperti "tidak tahu jenis ikannya" dan "bukan kod atau haddock, hanya ikan putih murah".

Ulasan-ulasan tersebut mengarahkan BBC untuk mengidentifikasi 10 bisnis, lima di Liverpool dan lima di Manchester, untuk pengujian sampel. Tiga dari kedai yang dikunjungi reporter BBC mencantumkan kod di menu, empat mencantumkan haddock, dan tiga hanya mencantumkan "ikan". Secara hukum, sebuah bisnis wajib memberitahu pelanggan jenis ikannya jika ditanya. Tiga kedai yang tidak mencantumkan jenis ikan menjawab bahwa itu adalah "ikan biasa" atau "ikan putih". Dalam satu kasus, pelayan menunjuk ke sebuah tanda bertuliskan "ikan dan kentang goreng tradisional".

Pengujian DNA di Liverpool John Moores University mengungkapkan bahwa ketiga kedai tersebut telah menjual ikan lele. Profesor Stefano Mariani, yang mengawasi pengujian bersama rekannya Catherine Perfect, mengatakan: "Kami menggunakan DNA barcoding untuk mengidentifikasi spesiesnya, dan kami menemukan tiga dari 10 sampel adalah pangasius - yang sering dikenal sebagai river cobbler di pasaran, sejenis ikan lele air tawar tropis." Mariani menambahkan kepada BBC: "Menurut pengalaman saya dengan fish and chips, tiga dari 10 itu cukup banyak - saya tidak ingat melihat tingkat ikan lele seperti ini." Porsi ikan lele dibeli seharga £3,80, £4,20, dan £5. Porsi kod atau haddock dijual antara £4 dan £6.

Menanggapi pertanyaan apakah pelanggan bisa membedakannya, Mariani berkata: "Sangat sulit bagi anggota masyarakat yang bukan ahli biologi ikan terlatih untuk membedakan satu fillet dari yang lain." National Trading Standards menyatakan kepada BBC bahwa ikan yang dijual dengan nama yang salah adalah "masalah pelabelan makanan" dan tanggung jawab Food Standards Agency (FSA) untuk menyelidikinya. FSA menyarankan bahwa pemerintah daerah kemungkinan akan menangani kasus-kasus terisolasi dari kedai ikan goreng yang menjual barang secara keliru.

BBC menghubungi setiap pemerintah daerah di North West. Sebanyak 10 tidak merespons, sementara 11 lainnya "tidak menyadari" penipuan ikan sebagai isu atau tidak memiliki investigasi yang sedang berjalan. Salford Council menyatakan telah mengeluarkan peringatan kepada seorang pedagang setelah menemukan jenis ikan lain dijual sebagai kod. Juru bicara dewan menambahkan: "Kami belum menerima keluhan baru tetapi mendesak masyarakat untuk berbagi informasi apa pun terkait kekhawatiran di Salford agar kami dapat menindaklanjutinya."


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.