bytedaily - Serangan rudal Iran terhadap kompleks LNG Ras Laffan di Qatar telah menyebabkan anjloknya kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) negara tersebut hingga 17 persen. Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur vital di salah satu ladang gas terbesar di dunia ini diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk pemulihan.
Akibatnya, rencana ekspansi produksi gas Qatar mengalami penundaan signifikan. Gangguan pasokan ini berpotensi mengguncang pasar energi global, mengingat Qatar merupakan pemasok utama bagi Eropa dan Asia. Kaabi memperingatkan bahwa terganggunya pasokan dalam jangka panjang dapat mendorong kenaikan harga energi secara global.
Kerugian finansial akibat serangan ini disebut mencapai US$26 miliar, dengan dampak pada pengiriman LNG ke Eropa dan Asia diproyeksikan berlangsung hingga lima tahun ke depan. Hancurnya unit 'cold boxes' pada dua dari 14 train pemrosesan LNG menjadi penyebab utama kelumpuhan kapasitas.
Penundaan ini juga berimbas pada rencana ekspansi Ras Laffan yang sedianya akan memperkuat dominasi Doha sebagai eksportir LNG utama. Kapasitas produksi yang ditargetkan meningkat dari 77 juta menjadi 126 juta ton per tahun pada 2027 kini terpaksa harus ditunda berbulan-bulan, bahkan mungkin setahun lebih.