bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Serigala Raksasa Ternyata Berbeda dari Serigala Abu-Abu

Redaksi 02 Oktober 2026 14 views
Serigala Raksasa Ternyata Berbeda dari Serigala Abu-Abu
Ilustrasi visual (Sumber referensi: rctiplus.com)

bytedaily - Melansir laporan rctiplus.com, serigala raksasa (Aenocyon dirus) pernah hidup di Amerika Utara dan sebagian Amerika Selatan. Hewan ini muncul ratusan ribu tahun lalu dan punah sekitar 13.000 tahun silam, pada akhir Zaman Es.

Dengan tubuh kekar, tengkorak besar, dan rahang kuat, serigala raksasa mampu memburu hewan besar, seperti kuda purba, bison, dan unta. Meski namanya membuatnya kerap dianggap sebagai versi besar serigala abu-abu, penelitian DNA purba menunjukkan keduanya berasal dari cabang evolusi yang berbeda.

Studi yang terbit pada 2020 menempatkan serigala raksasa dalam garis keturunan Canidae yang berbeda dari serigala abu-abu, coyote, dan anjing domestik. Kedua garis keturunan itu berevolusi secara terpisah selama jutaan tahun. Kemiripan penampilan mereka disebut sebagai contoh evolusi konvergen, yakni kemunculan sifat serupa pada hewan dari garis keturunan berbeda yang beradaptasi dengan gaya hidup serupa. Karena itu, para peneliti menggunakan nama genus Aenocyon untuk serigala raksasa.

Pada 2025, perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences mengumumkan telah menghasilkan tiga hewan dengan karakteristik serigala raksasa melalui penyuntingan gen serigala abu-abu berdasarkan DNA dari fosil. Dua hewan jantan diberi nama Romulus dan Remus, sedangkan yang betina dinamai Khaleesi.

Namun, penyebutan ketiganya sebagai serigala raksasa yang hidup kembali masih menjadi perdebatan. Para ahli yang dikutip Reuters, Smithsonian, dan National Geographic menyatakan hewan-hewan itu bukan salinan utuh Aenocyon dirus, melainkan serigala abu-abu yang sejumlah gennya disunting untuk menampilkan karakteristik serigala raksasa.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media rctiplus.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.