bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Shoulder Innovations (NYSE:SI) melaporkan hasil keuangan kuartal pertama yang kuat untuk tahun 2026, dengan pendapatan bersih mencapai $16,7 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan pertumbuhan 16% secara berurutan.
Perusahaan juga mencatat peningkatan margin laba kotor menjadi 77,7%. Berdasarkan kinerja positif ini, Shoulder Innovations menaikkan panduan pendapatan bersih tahunan 2026 menjadi kisaran $65-$68 juta, yang mencerminkan pertumbuhan 37% hingga 44%. Proyeksi ini lebih tinggi dari estimasi sebelumnya yang berada di angka $62-$65 juta.
Fokus strategis perusahaan tetap pada perluasan adopsi oleh ahli bedah, peningkatan volume prosedur, serta peluncuran produk baru, termasuk i135 RFX dan N22 Glenosphere. Kemajuan signifikan juga dicapai dalam ekspansi komersial, dengan penekanan pada 1.800 spesialis bahu bervolume tinggi di Amerika Serikat dan keberhasilan dalam mengintegrasikan ahli bedah baru.
Pengembangan solusi mikrorobotik khusus bahu dilaporkan berjalan lebih cepat dari jadwal, dengan target pengajuan 510k pada tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan diferensiasi pasar dan keterlibatan ahli bedah.
Meskipun terjadi peningkatan pada beban penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) akibat penambahan jumlah karyawan dan biaya transisi menjadi perusahaan publik, Shoulder Innovations menyatakan bahwa efisiensi mulai tercapai. Perusahaan memperkirakan beban SG&A sebagai persentase dari pendapatan akan berfluktuasi sepanjang tahun 2026.
Proyeksi ke depan menunjukkan margin laba kotor yang stabil untuk tahun 2026, meskipun ada potensi fluktuasi akibat bauran produk dan inisiatif biaya. Pembakaran kas (cash burn) diprediksi akan menurun secara signifikan mulai kuartal kedua.
Manajemen Shoulder Innovations, termasuk CEO Rob Ball dan CFO Jeff Points, menyampaikan informasi ini dalam panggilan pendapatan kuartal pertama yang dirilis pada hari Rabu. Panggilan ini juga mencakup pernyataan berwawasan ke depan mengenai ekspektasi dan prediksi perusahaan terkait kinerja di masa mendatang, yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan perbedaan material antara hasil aktual dan yang diantisipasi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.