bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Siswa SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA Berkat Belajar dari YouTube dan AI

Redaksi 20 Juli 2026 15 views
Siswa SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA Berkat Belajar dari YouTube dan AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Boyolali, Ibrahim Al Abrar, berhasil mengidentifikasi adanya celah keamanan pada salah satu sistem atau domain publik milik NASA. Atas penemuannya ini, Ibrahim menerima surat apresiasi resmi dari lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut yang tertanggal 9 Juli 2026.

Ketertarikan Ibrahim pada dunia teknologi berawal dari hobinya bermain gim. Dengan dukungan penuh dari orang tuanya, ia mulai belajar membuat gim melalui coding secara otodidak. Dalam prosesnya mempelajari keamanan siber, Ibrahim mengakui adanya tantangan dalam memahami istilah-istilah teknis yang kompleks. Namun, ia mengatasinya dengan mencari penjelasan melalui video di YouTube serta berdiskusi dengan kecerdasan buatan (AI).

Metode belajar mandiri ini memungkinkan Ibrahim untuk memahami berbagai konsep teknologi informasi tanpa perlu mengikuti kursus formal. Ia juga sempat mencoba membuat gim sebagai sarana mengasah kemampuan coding sebelum akhirnya memfokuskan diri pada keamanan siber.

Ayah Ibrahim, Aminudin, menjelaskan bahwa putranya menemukan celah keamanan NASA tersebut setelah mendalami bidang cybersecurity. Inspirasi juga datang dari berita-berita mengenai orang lain yang berhasil mengungkap celah keamanan sistem di NASA. Kemampuan Ibrahim membawanya pada identifikasi kerentanan berupa broken link hijacking pada salah satu domain publik NASA. Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA dan berhasil diverifikasi.

Setelah beberapa kali mengirimkan laporan, temuan celah keamanan yang diidentifikasi Ibrahim akhirnya mendapatkan verifikasi dan surat apresiasi dari NASA sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam upaya peningkatan keamanan sistem lembaga tersebut. Aminudin, seperti dikutip dari Detik, menyatakan bahwa surat apresiasi tersebut diterima setelah proses pelaporan yang memakan waktu hampir dua bulan.

Sebelum menerima penghargaan tersebut, Ibrahim telah beberapa kali mengirimkan laporan kerentanan ke NASA. Dari empat laporan yang diajukan, satu diterima dan mendapatkan surat apresiasi, satu disetujui namun masih dalam proses tindak lanjut, satu ditolak, dan satu lainnya dinyatakan duplikat karena sudah dilaporkan sebelumnya oleh pihak lain.

Ibrahim bercita-cita untuk menjadi seorang profesional di bidang cybersecurity di masa depan. Orang tuanya berharap pencapaian ini dapat memotivasi Ibrahim untuk terus belajar dan menginspirasi anak-anak lain agar memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kemampuan di bidang informasi dan keamanan siber. Aminudin menambahkan bahwa ketersediaan internet, AI, dan YouTube saat ini memudahkan siapa saja yang memiliki niat untuk belajar, menekankan bahwa motivasi diri adalah kunci utama keberhasilan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.