bytedaily - Menjelang pertandingan FIFA Series 2026 yang mempertemukan Tim Nasional Indonesia melawan St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), FIFA menyoroti sebuah fakta demografis yang menarik. Populasi negara kepulauan kecil itu ternyata tidak mampu memenuhi kapasitas penuh stadion ikonik di Jakarta tersebut.
Menurut data yang dirilis, jumlah penduduk St. Kitts and Nevis diperkirakan hanya sekitar 47.000 jiwa. Angka ini jauh di bawah kapasitas resmi GBK yang mampu menampung 60.000 hingga 70.000 penonton. FIFA secara khusus menggarisbawahi bagaimana seluruh warga negara tersebut bisa muat dalam stadion kebanggaan Indonesia.
Meskipun ukurannya kecil dan saat ini berada di peringkat 154 FIFA, St. Kitts and Nevis bukanlah tim yang bisa diremehkan. Mereka pernah mencapai peringkat 73 dunia pada Oktober 2016 dan baru saja berhasil lolos ke putaran final CONCACAF Gold Cup 2023. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang patut diperhitungkan.
The Sugar Boyz, julukan timnas St. Kitts and Nevis, juga diperkuat oleh pemain-pemain berpengalaman yang berkarier di luar negeri. Salah satunya adalah gelandang veteran berusia 34 tahun, Romaine Sawyers, yang pernah membela klub-klub seperti West Bromwich Albion dan Brentford. Sawyers diprediksi akan menjadi ancaman bagi pertahanan Timnas Indonesia.
Sebagai informasi, selain St. Kitts and Nevis, FIFA Series 2026 di Indonesia juga diikuti oleh Kepulauan Solomon dan Bulgaria. Jadwal pertandingan pembuka akan mempertemukan Indonesia melawan St. Kitts and Nevis, sementara Bulgaria akan berhadapan dengan Kepulauan Solomon. Pemenang dari kedua laga tersebut akan bertanding di final, sedangkan tim yang kalah akan memperebutkan peringkat ketiga.