bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:54 WIB

Stabilitas Inflasi AS Picu Kewaspadaan Pasar Kripto Terhadap Kebijakan The Fed

Redaksi 15 Maret 2026 11 views
Stabilitas Inflasi AS Picu Kewaspadaan Pasar Kripto Terhadap Kebijakan The Fed
Ilustrasi: Stabilitas Inflasi AS Picu Kewaspadaan Pasar Kripto Terhadap Kebijakan The Fed

bytedaily - Inflasi Amerika Serikat dilaporkan stabil di angka 2,4 persen secara tahunan pada Februari 2026, mendorong pasar aset berisiko, termasuk kripto, untuk mengambil posisi wait and see. Investor kini mengamati dengan cermat arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Data Consumer Price Index (CPI) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan kenaikan inflasi bulanan pada Februari sebesar 0,3 persen, sedikit di atas 0,2 persen pada Januari. Sementara itu, inflasi inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi, naik 0,2 persen bulanan dan 2,5 persen tahunan.

Menurut Vice President INDODAX, Antony Kusuma, stabilitas inflasi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih terkendali. Namun demikian, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada langkah-langkah kebijakan moneter The Fed. "Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4 persen sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed," ujar Antony.

Proyeksi CME FedWatch Tool mengindikasikan probabilitas hampir 99 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Maret, dengan peluang pemotongan suku bunga 25 basis poin pada April hanya diperkirakan sekitar 11 persen. Situasi ini tercermin dalam pergerakan pasar kripto yang cenderung moderat, dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran 69.000 dolar AS dengan pergerakan terbatas.

Selain inflasi, investor juga memantau perkembangan geopolitik dan harga energi global, terutama volatilitas harga minyak yang meningkat akibat ketegangan di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi tekanan inflasi di periode mendatang.

INDODAX menyarankan investor untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat dan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) juga direkomendasikan untuk mengelola volatilitas pasar kripto.