bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, seluruh stadion yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 akan dilengkapi dengan sistem rumput hibrida berteknologi canggih. Teknologi ini dirancang untuk memastikan kondisi lapangan tetap prima di tengah beragamnya kondisi iklim di kota-kota penyelenggara, mulai dari Mexico City hingga Vancouver.
Konstruksi permukaan lapangan hibrida ini memanfaatkan lapisan akar berbasis pasir guna menjamin drainase yang efisien dan sirkulasi oksigen yang optimal. Selain itu, penggunaan serat hibrida berfungsi untuk memperkuat stabilitas lapangan dan meminimalkan pembentukan lubang besar selama pertandingan berlangsung.
Teknologi pendukung lainnya mencakup sistem ventilasi vakum yang dapat menyedot kelebihan air pasca hujan deras atau mengalirkan udara kembali ke dalam tanah. Sistem irigasi presisi juga terpasang untuk mempertahankan tingkat kelembapan rumput pada kondisi ideal.