bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:28 WIB

Startup AI Sierra Raih Pendanaan $950 Juta, Dorong Valuasi di Atas $15 Miliar

Redaksi 05 Mei 2026 8 views
Startup AI Sierra Raih Pendanaan $950 Juta, Dorong Valuasi di Atas $15 Miliar
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Startup kecerdasan buatan (AI) Sierra, yang didirikan oleh Bret Taylor, mengumumkan putaran pendanaan senilai $950 juta yang dipimpin oleh Tiger Global dan GV. Pendanaan ini mendorong valuasi pasca-pendanaan perusahaan melampaui $15 miliar. Dengan total modal kerja lebih dari $1 miliar, Sierra berencana untuk menjadi standar global dalam pengalaman pelanggan yang didukung AI.

Menurut laporan techcrunch.com, Sierra telah menunjukkan pertumbuhan pesat di pasar AI yang kompetitif. Perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 40% perusahaan Fortune 50 sebagai pelanggan, dengan agen yang beroperasi di platformnya menangani miliaran interaksi. Interaksi ini mencakup pemrosesan klaim asuransi, pengelolaan pengembalian barang, hingga kampanye penggalangan dana nirlaba.

Pendanaan ini menyusul lonjakan pendapatan berulang tahunan (ARR) Sierra. Perusahaan melaporkan pencapaian ARR $100 juta pada akhir November, dan kemudian $150 juta pada awal Februari. Pertumbuhan ini mencerminkan urgensi perusahaan dalam menerapkan AI serta biaya yang menyertainya.

Bret Taylor, yang juga menjabat sebagai ketua OpenAI dan mantan co-CEO Salesforce, menyatakan bahwa hasil optimal dari AI agen adalah penurunan biaya dan peningkatan pendapatan bagi klien. Namun, fase awal implementasi bisa memakan biaya yang signifikan. Hal ini sejalan dengan pengalaman Uber, di mana CTO Praveen Neppalli Naga mengungkapkan bahwa perusahaan telah menghabiskan anggaran AI-nya tak lama setelah mengadopsi alat AI agen.

Di Uber, sekitar 10% dari total kode yang dihasilkan oleh 8.000 insinyur dan pekerja teknis kini dibuat secara otonom. Sebagai bukti konsep, tim Uber berhasil menyelesaikan proyek integrasi pemesanan hotel yang biasanya memakan waktu satu tahun menjadi enam bulan menggunakan alur kerja agen.

Sierra juga memperluas kapabilitas platformnya di luar agen yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Pada bulan April, perusahaan meluncurkan Ghostwriter, sebuah layanan agen yang dirancang untuk membangun agen lain. Pengguna dapat mendeskripsikan kebutuhan dalam bahasa alami, dan Ghostwriter akan secara otonom membuat serta menerapkan agen khusus untuk menanganinya.

Taylor berpendapat bahwa banyak alat perangkat lunak perusahaan saat ini kurang dimanfaatkan. Ia meyakini masa depan terletak pada sistem di mana pengguna tidak perlu lagi menavigasi sistem yang kompleks. Sierra dan para investornya bertaruh pada visi ini.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.