bytedaily - Dilansir dari bbc.com, beberapa startup kencan baru di Inggris mulai menawarkan solusi untuk mengatasi masalah profil palsu dan penipuan yang marak di aplikasi kencan daring. Pendekatan mereka berfokus pada verifikasi anggota dan mendorong interaksi di dunia nyata.
Salah satu startup tersebut adalah Geek Meet Club, yang didirikan oleh Dennie Smith. Smith, yang memiliki salon rambut di Croydon, menyadari adanya celah di pasar kencan daring yang tidak melayani para penggemar hobi spesifik, seperti dirinya yang menyukai sejarah militer. Ia merasa banyak situs kencan daring mengandalkan volume pengguna dan seringkali menampilkan profil palsu yang digunakan untuk penipuan.
Geek Meet Club bertujuan untuk mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama dan secara aktif menyingkirkan pendaftar yang dicurigai palsu. Smith mengklaim dirinya mahir dalam mendeteksi profil palsu, bahkan pernah menemukan pendaftar yang menggunakan foto mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Ia mengaku menolak sekitar 50 pendaftar setiap bulan demi menjaga kualitas 3.300 anggotanya.
Fokus utama Geek Meet Club adalah mengembalikan interaksi kencan ke dunia nyata melalui acara-acara seperti kuis bulanan dan pertemuan di tempat yang memungkinkan anggota datang dengan kostum, sesuai dengan minat mereka pada konvensi komik dan fiksi ilmiah. Smith menekankan pentingnya pertemuan tatap muka sesegera mungkin, mengingat maraknya penipuan dan kebohongan di dunia kencan daring.
Pendekatan serupa juga diterapkan oleh Cherry Dating, sebuah startup yang didirikan oleh Jo Mason, seorang bankir di London. Mason merasa jengkel dengan banyaknya profil palsu di situs kencan daring. Ia menyebutkan bahwa banyak pengguna di aplikasi kencan daring memiliki niat lain, seperti mencari hubungan fiktif tanpa niat bertemu, sudah menikah, atau hanya menginginkan hubungan daring.
Untuk memerangi penipuan, termasuk 'catfishing' (menggunakan identitas palsu untuk memikat korban), Cherry Dating memanfaatkan teknologi. Mereka menggunakan perangkat lunak pencocokan untuk membandingkan swafoto (selfie) dengan dokumen identitas resmi seperti SIM atau paspor guna memverifikasi keaslian anggota. Meskipun pendekatan ini membuat beberapa calon anggota enggan melanjutkan pendaftaran, Mason menilai hal ini penting untuk memastikan keamanan.
Cherry Dating juga menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat kesesuaian antar pengguna, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi sebelum terhubung. Data menunjukkan bahwa 47% responden di Inggris merasa tidak ada aplikasi kencan yang memenuhi kebutuhan mereka, dan 40% merasa motivasi mereka untuk bertemu seseorang justru menurun akibat penggunaan aplikasi kencan.
Sementara itu, sebuah survei yang dilakukan oleh Sumsub, penyedia layanan anti-penipuan, terhadap 2.000 pengguna aplikasi kencan di Inggris menemukan bahwa 54% responden merasa ada masalah lain yang perlu diatasi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.