bytedaily
Kamis, 09 Juli 2026 - 09:43 WIB

Stasiun Gambir Akan Jadi Gerbang Utama Kereta Jarak Jauh di Jakarta dengan Konsep Modern

Redaksi 09 Juli 2026 1 views
Stasiun Gambir Akan Jadi Gerbang Utama Kereta Jarak Jauh di Jakarta dengan Konsep Modern
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mempersiapkan Stasiun Gambir untuk difungsikan sebagai pintu utama layanan kereta api (KA) jarak jauh di pusat kota Jakarta. Pengembangan ini tidak hanya sekadar operasional stasiun, tetapi juga mentransformasi kawasan Gambir menjadi sebuah 'modern station and lifestyle hub' yang terintegrasi dengan area Monumen Nasional (Monas) serta berbagai moda transportasi publik.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya penataan transportasi publik di ibu kota. Ia menegaskan bahwa Stasiun Gambir tidak akan menggantikan peran Stasiun Manggarai, melainkan memiliki fungsi yang berbeda. Stasiun Manggarai akan tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir akan menjadi gerbang utama KA jarak jauh di pusat kota, dengan akses langsung ke kawasan Monas dan terintegrasi dalam sistem transportasi publik Jakarta.

Lokasi strategis Stasiun Gambir yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, dan Monas menjadi pertimbangan utama dalam penyiapannya sebagai gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh. Oleh karena itu, pengembangannya akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengalaman pelanggan saat tiba, menunggu, berpindah moda, hingga melanjutkan aktivitas di sekitar stasiun.

Konsep pengembangan Stasiun Gambir dirancang dengan tiga pilar utama: mobilitas, budaya, dan gaya hidup. Mobilitas tetap menjadi fungsi inti, yang akan diperkaya dengan ruang budaya, area komersial, layanan pelanggan yang optimal, dan ruang publik yang terhubung dengan kawasan Medan Merdeka. Dalam rancangan tersebut, Stasiun Gambir akan terhubung dengan TransJakarta, MRT, jalur pedestrian, dan kawasan Monas.

Lebih lanjut, kawasan stasiun ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas ritel, kuliner, lounge, hotel, ruang pertemuan, taman atap (rooftop park), dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, desainnya juga menyertakan ruang untuk layanan Commuter Line di masa mendatang, termasuk peron KRL, concourse khusus, dan intermoda hub di area lower ground untuk menghubungkan berbagai moda transportasi.

Bobby Rasyidin menambahkan bahwa pengembangan Stasiun Gambir juga berkontribusi pada penataan kawasan Monas sebagai ruang publik nasional. Ia berharap Stasiun Gambir dapat menjadi 'teras' yang baik bagi pengunjung yang datang, berangkat, berpindah moda, maupun menikmati pusat Jakarta.

Selain peningkatan layanan, KAI juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset stasiun melalui pengembangan bisnis di luar penjualan tiket atau pendapatan non-farebox. Saat ini, sekitar 96 persen pendapatan KAI masih berasal dari layanan kereta api, sementara kontribusi pendapatan non-tiket baru mencapai 4 persen. Pengembangan kawasan seperti Gambir diharapkan dapat membuat aset stasiun bekerja lebih produktif, yang manfaatnya akan kembali kepada layanan dan masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.