bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Stellantis berencana untuk memfokuskan sebagian besar investasi masa depan pada empat merek utamanya, yaitu Jeep, Ram, Peugeot, dan Fiat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemulihan perusahaan yang dipimpin oleh CEO Antonio Filosa, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan otomotif transatlantik tersebut.
Menurut laporan Reuters yang mengutip lima sumber anonim, keempat merek ini dianggap sebagai yang paling penting karena memiliki volume penjualan dan profitabilitas yang lebih tinggi. Keempat merek tersebut akan menerima peningkatan pendanaan yang signifikan. Kendaraan yang dikembangkan oleh merek-merek inti ini juga akan menjadi dasar bagi 10 merek Stellantis lainnya, seperti Citroen, Opel, dan Alfa Romeo.
Merek-merek yang lebih kecil ini akan tetap menerima pendanaan untuk membangun model baru, namun akan menggunakan platform dan teknologi yang dikembangkan oleh keempat merek utama. Mereka kemudian akan menambahkan fitur desain interior dan eksterior yang khas untuk menciptakan identitas masing-masing. Dalam beberapa kasus, rebadging atau penggantian lencana model yang sudah ada untuk pasar tertentu juga masih akan dilakukan.
Merek-merek yang sebelumnya mendapatkan alokasi dana yang lebih merata ini, akan diarahkan untuk menjadi pemain regional atau nasional di pasar-pasar di mana mereka memiliki kekuatan atau potensi pertumbuhan yang dilihat oleh Stellantis. Strategi ini muncul di tengah spekulasi sebelumnya mengenai kemungkinan penutupan beberapa merek Stellantis, terutama yang memiliki tumpang tindih di Eropa seperti Lancia, DS, Citroën, dan Opel, serta Chrysler yang saat ini hanya memproduksi satu model.
Namun, CEO Antonio Filosa dilaporkan tidak berniat untuk menutup merek-merek yang ada. Ia melihat potensi di pasar regional atau nasional besar. Keputusan ini sejalan dengan filosofi pendahulunya, Carlos Tavares, yang menolak untuk menutup merek apa pun saat memimpin merger antara FCA dan PSA.
Strategi jangka panjang Stellantis akan diuraikan lebih rinci dalam waktu dekat, dengan fokus pada keempat merek utama ini. Rencana ini bertujuan untuk memenangkan kembali pangsa pasar di Amerika Serikat dan Eropa, serta menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil Tiongkok di pasar negara berkembang.
Sebelumnya, Stellantis melaporkan kerugian penurunan nilai (writedown) sebesar $26,1 miliar pada Februari lalu akibat penundaan rencana elektrifikasi. Meskipun demikian, perusahaan ini menjadi satu-satunya dari 'Big Three' otomotif yang mencatat kenaikan penjualan pada kuartal pertama 2026, meskipun hal ini mungkin dipengaruhi oleh kinerja penjualan yang rendah pada tahun 2025.
Keberhasilan strategi pemulihan Stellantis ini menarik untuk diamati, terutama mengingat upaya perusahaan untuk menyeimbangkan banyak merek sekaligus sambil menerapkan rekayasa lencana (badge engineering) untuk menghemat biaya.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.