bytedaily
Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Stok Beras Nasional dan NTT Cukupi Kebutuhan Pengungsi Gempa

Redaksi 22 Agustus 2026 2 views
Stok Beras Nasional dan NTT Cukupi Kebutuhan Pengungsi Gempa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kebutuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan aman untuk jangka waktu yang panjang.

Pemerintah melaporkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Di tingkat Provinsi NTT sendiri, terdapat ketersediaan beras sekitar 39 ribu ton. Jumlah ini jauh melebihi perkiraan kebutuhan beras bulanan bagi sekitar 34.600 pengungsi, yang diperkirakan membutuhkan sekitar 300 ton per bulan.

Dengan perhitungan tersebut, ketersediaan pangan di NTT diprediksi mampu mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan saat meninjau langsung penanganan bencana di NTT pada Rabu (19/8), bahwa stok beras di NTT tidak menjadi masalah dan dipastikan aman bahkan untuk enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah juga telah menyiapkan 200 ton beras khusus untuk Kabupaten Manggarai. Bantuan ini merupakan bagian dari total dukungan pemerintah bagi empat kabupaten yang terdampak gempa di NTT, dengan total bantuan beras mencapai 5.386 ton. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan bencana dan bantuan pangan reguler dengan nilai sekitar Rp75,4 miliar.

Respons cepat pemerintah dalam penyaluran bantuan terlihat di lapangan. Ketika pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan beras, permintaan yang semula hanya 20 ton langsung ditingkatkan menjadi 200 ton. Hal ini dilakukan untuk mempercepat bantuan tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.

Amran menjelaskan bahwa untuk menghindari keterlambatan proses administrasi yang bisa memakan waktu berhari-hari jika harus melalui Jakarta, disposisi dan permintaan bantuan dilakukan secara tertulis tangan bersama Wakil Bupati dan Kapolres di lokasi bencana.

Sebanyak 35 truk bantuan telah disiapkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak, dengan 10 truk di antaranya langsung diarahkan ke lokasi yang ditinjau. Selain beras, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lainnya seperti minyak goreng, gula, dan mie instan.

Dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan selama masa darurat. Kementerian Pertanian juga berupaya membantu masyarakat untuk kembali berproduksi. Bantuan tersebut meliputi perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak, penyediaan benih gratis, serta bantuan alat dan mesin pertanian. Selain itu, penggantian tanaman perkebunan yang rusak seperti kopi, kakao, dan kelapa juga disiapkan agar masyarakat dapat segera memperoleh kembali penghasilan mereka.

Melalui stok yang memadai, distribusi yang cepat, serta dukungan pemulihan jangka panjang, penanganan pangan pascabencana di NTT diupayakan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.