bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa meskipun sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia terdampak kekeringan, hal tersebut belum mempengaruhi ketersediaan stok pangan nasional.
Amran menjelaskan bahwa luas lahan yang terdampak kekeringan tersebut masih berada di bawah satu persen dari total lahan pertanian di Indonesia. Untuk mengatasi dampak kekeringan, Kementerian Pertanian telah mengerahkan tim untuk melakukan penanganan, termasuk di Jawa Tengah. Langkah-langkah yang diambil meliputi pompanisasi dan perbaikan saluran irigasi guna menjaga pasokan air ke lahan pertanian.
Lebih lanjut, Amran memastikan bahwa stok pangan nasional, khususnya beras dan jagung, masih dalam kondisi aman dan diproyeksikan dapat bertahan hingga musim panen pada Maret tahun depan. Ia menyebutkan data kekeringan di seluruh Indonesia terakhir tercatat seluas 30 ribu hektare, yang hanya berkisar 0,01 hingga 0,003 persen dari total lahan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melaporkan bahwa hingga 24 Juli 2026, terdapat 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terdampak musim kemarau. Dari jumlah tersebut, 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan 6,8 juta liter air bersih ke wilayah terdampak, dengan ketersediaan air bersih yang masih mencukupi dari total 44,9 juta liter yang disiapkan.
Selain BPBD, instansi lain seperti TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyatakan kesiapan mereka untuk turut membantu penyaluran air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.