bytedaily - Pasar aset digital atau kripto kerap mengalami fase penurunan harga yang signifikan, dikenal sebagai bear market. Kondisi ini seringkali memicu kepanikan dan keputusan investasi yang kurang bijaksana bagi sebagian investor.
Namun, bagi para pelaku pasar yang berpengalaman, bear market justru dipandang sebagai momentum strategis untuk mengakumulasi aset yang berpotensi. Tim Pintu Academy merinci lima pendekatan yang dapat diterapkan investor untuk tetap rasional dan menguntungkan di tengah fluktuasi pasar kripto.
Bear market didefinisikan sebagai periode penurunan harga aset yang berlangsung lama, bisa berbulan-bulan hingga lebih dari setahun, disertai dengan sentimen pasar yang negatif. Fenomena ini umumnya muncul setelah aset mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) dan mengalami koreksi, yang diperparah oleh faktor makroekonomi, kebijakan moneter, atau isu geopolitik global.
Secara historis, pasar kripto menunjukkan siklus empat tahunan yang terikat dengan peristiwa Bitcoin halving. Siklus ini memengaruhi fase bull (kenaikan) dan bear market, dengan prediksi ATH baru biasanya terjadi dua hingga tiga tahun pasca titik terendah siklus sebelumnya. Periode sideways atau akumulasi seringkali menjadi waktu yang tepat bagi investor jangka panjang.
Menyikapi tren penurunan ini, ada beberapa strategi yang direkomendasikan: 1. Kesabaran dalam Memilih Aset dan Menentukan Titik Beli. Berbeda dengan investor pemula yang cenderung panik menjual aset saat harga turun lebih dari 20 persen, investor berpengalaman memanfaatkan bear market untuk membeli aset yang dinilai undervalued. Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu melakukan pembelian rutin dengan nominal tetap tanpa memperhatikan fluktuasi harga harian, terbukti efektif dalam strategi ini untuk menjaga modal.