bytedaily - Pemerintah Indonesia meluncurkan serangkaian inisiatif ekonomi untuk mendorong mobilitas dan daya beli masyarakat selama momentum Hari Raya Idul Fitri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menguraikan bahwa program-program seperti pemberian diskon, kebijakan kerja fleksibel (Work From Anywhere/WFA), serta penyaluran bantuan sosial (Bansos) diarahkan untuk menggerakkan perekonomian nasional.
Airlangga Hartarto berharap agar peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat melalui program-program ini dapat berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang diproyeksikan sebesar 5,5 persen. Inisiatif diskon mencakup berbagai moda transportasi, seperti tiket pesawat udara, kereta api, angkutan laut, dan tarif jalan tol, yang bertujuan meringankan beban biaya perjalanan mudik bagi masyarakat. Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 900 miliar untuk subsidi transportasi ini, yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Selain insentif transportasi, pemerintah juga memastikan terjaganya daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa paket kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng, yang disalurkan selama dua bulan. Di tengah upaya penguatan ekonomi domestik, Airlangga juga mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gejolak ekonomi global, khususnya terkait fluktuasi harga minyak dunia.