bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 04:47 WIB

Strategi Pemerintah Atasi Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026: Prediksi Puncak, Rekayasa Lalin, hingga Insentif Tol

Redaksi 24 Maret 2026 20 views
Strategi Pemerintah Atasi Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026: Prediksi Puncak, Rekayasa Lalin, hingga Insentif Tol
Ilustrasi: Strategi Pemerintah Atasi Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026: Prediksi Puncak, Rekayasa Lalin, hingga Insentif Tol

bytedaily - Pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan proyeksi volume kendaraan yang melampaui puncak arus mudik. Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mengatur ulang jadwal kepulangan guna menghindari kepadatan ekstrem.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyarankan pemudik untuk tidak melakukan perjalanan pada tanggal puncak tersebut. Potensi kepadatan diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yaitu 23-24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi hal ini, Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyatakan akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way).

Dalam upaya mendistribusikan arus balik, pemerintah juga mendorong implementasi kebijakan 'Work From Anywhere' (WFA) dan menawarkan insentif diskon tarif tol sebesar 30% oleh Jasa Marga pada tanggal 26-27 Maret 2026 untuk ruas tol tertentu. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan bahwa pengaturan waktu kepulangan bukan hanya demi kenyamanan tetapi juga keselamatan, dengan menekan risiko kemacetan parah dan kelelahan pengemudi.