bytedaily - Pemerintah bersama operator jalan tol akan menggelontorkan program diskon tarif tol signifikan hingga 30% selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan yang dimulai 15 Maret 2026 ini diyakini dapat memacu kelancaran arus kendaraan, khususnya di ruas-ruas krusial seperti Tol Trans Jawa.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR merinci bahwa diskon tarif akan terbagi dalam dua gelombang utama. Periode puncak arus mudik akan menikmati potongan 30% pada 15-16 Maret 2026, diikuti dengan periode arus balik pada 26-27 Maret 2026 dengan diskon serupa. Jasa Marga, salah satu operator besar, mengkonfirmasi partisipasinya dengan menerapkan diskon pada sembilan ruas tol yang dikelolanya, sebagai upaya nyata meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat.
Diskon tarif berlaku penuh 24 jam pada periode yang ditentukan, namun transaksi harus menggunakan kartu uang elektronik. Potongan ini secara langsung berdampak pada efisiensi biaya perjalanan jarak jauh. Sebagai ilustrasi, untuk ruas Tol Trans Jawa, tarif Golongan I dari Cikampek Utama ke Kalikangkung yang semula Rp 446.500 akan turun drastis menjadi Rp 289.450. Kelompok kendaraan lain juga akan merasakan keringanan tarif yang substansial.
Selain gelombang diskon utama, beberapa ruas tol juga menawarkan skema potongan berbeda. Tol Cimanggis-Cibitung akan memberikan diskon 30% pada 21-22 Maret 2026. Tol Becakayu menerapkan tarif dinamis dengan potongan 10-20% hingga akhir Maret. Sementara itu, Tol Cibitung-Cilincing menawarkan diskon terlama hingga 30 April 2026 dengan besaran 12-44%. Tol Kayuagung-Palembang juga turut serta dengan diskon 10-30% di tanggal-tanggal tertentu. Menariknya, beberapa ruas seperti Tol Semarang-Batang memberikan diskon tambahan di luar skema nasional.