bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Studi: Kenaikan Suhu Berpotensi Menekan Pendapatan UMKM

Redaksi 02 Oktober 2026 13 views
Studi: Kenaikan Suhu Berpotensi Menekan Pendapatan UMKM
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah studi menemukan kenaikan suhu akibat krisis iklim berkaitan dengan penurunan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Tekanan fisik saat bekerja dalam suhu panas dapat membuat pekerja lebih lambat dan lebih sering beristirahat. Panas juga dapat mengganggu kemampuan kognitif, sehingga reaksi melambat dan ketepatan kerja berkurang.

Penelitian tersebut dilakukan oleh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Department of Economics College of William and Mary. Studi berjudul “Productivity impact of temperature change: evidence from Indonesia household-based enterprises survey” menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) yang dipadukan dengan data temperatur dan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Usaha rumah tangga menjadi fokus penelitian karena sekitar 99 persen unit usaha di Indonesia tergolong UMKM dan sebagian besar dijalankan dari rumah. Menurut studi itu, usaha kecil kerap memiliki keterbatasan sumber daya dan perlindungan untuk menghadapi suhu ekstrem.

Peneliti Esa Azali Asyahid mengatakan kenaikan temperatur tahunan 1 derajat Celsius dari kondisi normal berkaitan dengan penurunan pendapatan usaha sekitar 13 hingga 14 persen. Pendapatan per pekerja dapat turun hingga sekitar 20 persen. Ia menyebut hasil tersebut dikutip dari situs resmi UGM.

Produktivitas, menurut Esa, cenderung berada pada tingkat optimal ketika temperatur rata-rata tahunan berkisar 25 hingga 26 derajat Celsius. Jika suhu melampaui kisaran itu, produktivitas mulai turun secara signifikan. Sementara itu, suhu rata-rata di banyak wilayah Indonesia telah melewati angka tersebut dan suhu maksimum harian di Jabodetabek dapat mencapai 36 derajat Celsius.

Studi tersebut mencatat usaha berskala kecil dan sektor padat karya, termasuk konstruksi, manufaktur, serta usaha makanan, mengalami tekanan produktivitas paling besar. Peneliti juga menilai perubahan iklim berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi karena sektor informal dan usaha kecil memiliki kemampuan adaptasi terbatas.

Para peneliti mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan yang adaptif dan inklusif. Usulan yang disampaikan meliputi peningkatan kualitas lingkungan kerja, insentif finansial, akses terhadap teknologi pendingin, pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel, serta perlindungan sosial yang tanggap terhadap perubahan cuaca.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.