bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 18:26 WIB

Suhu Dingin Bisa Sebabkan Masalah pada Oli Mesin, Meski Tidak Membeku

Redaksi 27 April 2026 12 views
Suhu Dingin Bisa Sebabkan Masalah pada Oli Mesin, Meski Tidak Membeku
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, oli mesin memang tidak membeku seperti air. Namun, suhu rendah dapat menyebabkan oli menjadi kental, yang memengaruhi titik tuang (pour point). Titik tuang adalah suhu terendah di mana oli masih dapat mengalir. Jika oli terlalu kental untuk mengalir, pelumasan komponen vital mesin dapat terhambat saat mesin dinyalakan, menyebabkan kerusakan.

Masalah tidak hanya berhenti pada mesin. Aki dan starter juga mengalami tekanan ekstra saat start dingin, dan efisiensi bahan bakar mobil akan menurun karena waktu pemanasan mesin yang lebih lama untuk mencairkan oli. Para ahli sepakat bahwa sebagian besar keausan mesin terjadi saat start dingin. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Selain oli yang mengental, gravitasi juga menarik oli kembali ke bak mesin, membuat komponen internal tidak terlindungi. Mesin yang berjalan dengan campuran udara/bahan bakar lebih kaya saat dingin dapat mengikis oli pada dinding silinder, menyebabkan gesekan yang merusak. Kombinasi oli kental yang lambat mengalir dengan silinder dan ring piston yang dingin menjelaskan mengapa penggantian oli secara teratur menjadi cara terbaik untuk mencegah kerusakan dan biaya perbaikan yang mahal akibat berkendara di cuaca dingin.

Rentang titik tuang oli bervariasi tergantung jenisnya. Umumnya berkisar antara -4 hingga -58 derajat Fahrenheit (-20 hingga -50 derajat Celsius), namun beberapa oli lebih tahan terhadap suhu dingin. Oli mesin konvensional, yang cocok untuk mobil klasik, mulai mengental pada suhu -5 hingga 15 derajat Fahrenheit (-20 hingga -9 derajat Celsius). Oli semi-sintetik lebih baik, mulai mengental pada -25 hingga 0 derajat Fahrenheit (-31 hingga -18 derajat Celsius). Sementara itu, oli full-sintetik baru akan sulit mengalir pada suhu -40 hingga -60 derajat Fahrenheit (-40 hingga -51 derajat Celsius), menjadikannya pilihan terbaik saat suhu turun drastis.

Titik tuang oli juga dipengaruhi oleh usia dan kontaminasi. Oli sintetik terbaik pun akan mengalami degradasi seiring waktu dan siklus panas. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa oli mesin sebelum suhu turun, dan menambah atau menggantinya sebelum cuaca dingin membekukan segalanya.

Panduan pemilik kendaraan akan memberikan informasi mengenai kapan harus mengganti oli dan cara memilih jenis oli yang tepat. Penggunaan mobil dalam kondisi seperti menyalakan mesin dalam waktu lama dan berkendara di iklim yang sangat dingin termasuk dalam kondisi berkendara berat, yang kemungkinan memerlukan penggantian oli dan servis lebih sering. Mengenai tingkatan kekentalan oli, oli dengan kode 0W atau 5W memiliki aliran yang lebih baik di suhu dingin dibandingkan 10W atau 15W. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan tingkatan oli yang direkomendasikan pabrikan saat cuaca menjadi sangat dingin.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.