bytedaily - Bosch, yang telah menjadi inovator penting dalam industri pengereman sejak 1927 dengan sistem seperti rem anti-kunci (ABS) dan program stabilitas elektronik (ESP), kembali memperkenalkan teknologi canggih. Dilansir dari jalopnik.com, perusahaan ini pada tahun 2025 memperkenalkan sistem brake-by-wire, di mana pedal rem tidak lagi terhubung secara mekanis dengan sistem pengereman. Sebaliknya, pedal tersebut terhubung ke komputer pokal yang membaca kondisi mengemudi dan menerapkan gaya pengereman sesuai kebutuhan.
Bagi para pengamat otomotif yang mengikuti perkembangan sistem pengereman sejak awal tahun 2000-an, teknologi ini mungkin terasa seperti déjà vu. Pasalnya, Bosch telah mempromosikan jenis sistem serupa sekitar seperempat abad sebelumnya melalui teknologi brake-by-wire Sensotronic Brake Control (SBC). Teknologi ini pertama kali digunakan pada Mercedes-Benz SL tahun 2002, dan kemudian diperluas penggunaannya pada model E-Class dan CLS-Class, serta SLR McLaren dan Maybach kontemporer.
Namun, kesuksesan SBC berumur pendek. Mercedes-Benz menarik sistem tersebut setelah dua kali penarikan kembali besar-besaran yang terkait langsung dengan masalah pada sistem SBC. Karena SBC dirancang bekerja sama dengan Daimler dan Mercedes-Benz menjadi satu-satunya produsen mobil yang menggunakannya saat itu, Bosch kemudian menunda pengembangan lebih lanjut teknologi brake-by-wire. Bosch juga mengklaim bahwa program stabilitas elektroniknya telah berkembang hingga mampu menandingi performa SBC.
Sistem brake-by-wire Bosch saat ini masih mengandalkan tekanan hidrolik untuk menjepit kaliper rem, yang kemudian menekan kampas rem ke cakram untuk memperlambat kendaraan melalui gesekan. Perbedaan utamanya adalah jika sistem rem tradisional menggunakan koneksi mekanis dan hidrolik untuk menyalurkan kekuatan otot pengemudi ke kampas rem, brake-by-wire menggunakan kontrol komputer. Ketika pengemudi menekan pedal rem, komputer akan mendeteksi seberapa besar gaya yang diinginkan, lalu mengaktifkan aktuator listrik, bukan tenaga kaki, untuk memulai tekanan hidrolik. Dengan demikian, sistem ini secara teknis masih merupakan rem elektrohidrolik.
Lebih lanjut, sistem Bosch ini memiliki dua saluran listrik terpisah: satu untuk pengereman utama dan satu lagi untuk sistem ESP. Jika salah satu saluran gagal, saluran lainnya dapat tetap menangani pengereman untuk keempat roda sebagai cadangan, meskipun tetap menggunakan rem hidrolik.
Pemasok otomotif terkemuka lainnya, ZF, dikabarkan sedang mengembangkan sistem yang sepenuhnya meniadakan hidrolik dan mengganti rem konvensional dengan motor listrik di setiap roda. Inovasi ini juga berpotensi menangkap energi listrik melalui pengereman regeneratif. ZF menyebut sistem ini sebagai setup "kering" karena tidak melibatkan minyak rem. Kendaraan listrik dan hibrida saat ini telah dilengkapi dengan pengereman regeneratif dan sistem pengereman hidrolik penuh.
Menurut Bosch, keuntungan terbesar dari sistem brake-by-wire bukanlah pada kemampuan pengereman, melainkan pada aspek pengemasan komponen. Tanpa adanya koneksi fisik langsung antara pedal rem dan sistem pengereman lainnya, komponen-komponen individual tidak harus ditempatkan dalam satu garis lurus dari pedal ke sistem.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.