bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 06:40 WIB

Teleskop James Webb Ungkap Detail Permukaan Planet 'Super-Earth' Dekat Bumi

Redaksi 08 Mei 2026 11 views
Teleskop James Webb Ungkap Detail Permukaan Planet 'Super-Earth' Dekat Bumi
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah membuka era baru dalam studi eksoplanet berbatu dengan memungkinkan karakterisasi langsung permukaan mereka menggunakan spektroskopi inframerah-tengah. Kemampuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk menyimpulkan tidak hanya komposisi kimia dan mineral dari dunia yang jauh, tetapi juga medan dan fitur permukaannya.

Planet pertama yang menjalani studi mendalam ini adalah LHS 3844 b, salah satu dari sekian banyak 'super-Earth', yaitu planet dengan massa 2 hingga 10 kali massa Bumi. Definisi ini hanya mengindikasikan ukuran, bukan tingkat kelayakannya untuk ditinggali, karena planet tersebut bisa padat, memiliki atmosfer, atau mengandung air, atau tidak.

Selain kemampuan pencitraan yang lebih tajam, JWST juga unggul dalam spektroskopi. Metode ini, yang menganalisis spektrum cahaya yang dipancarkan oleh molekul, memungkinkan penentuan komposisi kimiawi objek di angkasa. Namun, JWST membawa presisi hingga tingkat detail yang memungkinkan penentuan tekstur permukaan.

Menggunakan Instrumen Inframerah-Tengah (MIRI) di dalam teleskop, para astronom menganalisis spektroskopi LHS 3844 b. Hasilnya menunjukkan bahwa planet ini memiliki permukaan gelap dan tanpa fitur yang kaya akan mineral olivin, mirip dengan mantel Bumi di masa awal. Hal ini mengindikasikan dunia yang dinamis dengan aktivitas geologis yang baru terbentuk.

Namun, temuan lain yang cukup mengejutkan adalah tidak adanya bukti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2), yang merupakan produk umum dari pelepasan gas vulkanik. Ketiadaan gas-gas ini menunjukkan bahwa planet tersebut mungkin sudah tua dan permukaannya telah terkikis oleh radiasi matahari dan meteor.

Secara keseluruhan, LHS 3844 b digambarkan sebagai planet berbatu yang ditutupi olivin, kemungkinan besar berlapis debu, dan berada pada tahap akhir evolusinya sebagai benda langit. Menurut Phys.org, planet ini berukuran sekitar 30% lebih besar dari Bumi dan menyelesaikan orbit mengelilingi bintang katai merahnya hanya dalam 11 jam. LHS 3844 b juga terkunci pasang surut, yang berarti sisi yang sama selalu menghadap bintangnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.