bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Tesla, Inc. (NASDAQ:TSLA) akan menginvestasikan dana sebesar $250 juta atau setara dengan Rp 4 triliun (dengan kurs Rp 16.000 per dolar AS) di Gigafactory yang berlokasi di luar Berlin, Jerman. Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik di fasilitas tersebut.
Setelah investasi terbaru ini, produsen mobil listrik tersebut berencana untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan kapasitas produksi tahunan mencapai 18 GWh, meningkat dari target sebelumnya yang hanya 8 GWh.
Pabrik Berlin-Brandenburg yang dibuka pada Maret 2022 merupakan fasilitas manufaktur pertama Tesla di Eropa. Pabrik ini mencatat rekor output lebih dari 61.000 unit pada kuartal pertama.
Bulan lalu, terungkap bahwa Tesla berencana untuk meningkatkan produksi Model Y di fasilitas tersebut sebesar 20% mulai Juli 2026. Untuk mendukung rencana ini, perusahaan berniat merekrut sekitar 1.000 karyawan tambahan dan mengubah status beberapa ratus karyawan sementara menjadi karyawan tetap.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.