bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:44 WIB

The Kertanegara Institute: Kualitas Generasi Muda Kunci Manfaatkan Bonus Demografi

Redaksi 28 September 2026 12 views
The Kertanegara Institute: Kualitas Generasi Muda Kunci Manfaatkan Bonus Demografi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, The Kertanegara Institute menilai bonus demografi tidak serta-merta menjadi pendorong pembangunan. Kualitas sumber daya manusia, kapasitas kepemimpinan, pemahaman kebijakan publik, dan kemampuan membaca dinamika geopolitik diperlukan agar jumlah penduduk usia produktif dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Founder dan Chairman The Kertanegara Institute, Raga Awandayu Prakasa, mengatakan Indonesia perlu mempersiapkan kapasitas generasi muda sebelum memasuki tahapan penting menuju 2045. Menurut dia, tantangan yang akan dihadapi bukan hanya pertumbuhan ekonomi dan kualitas tenaga kerja, tetapi juga dinamika geopolitik, ketahanan energi dan pangan, serta risiko terjebak dalam middle-income trap.

Raga menjelaskan, perubahan geopolitik dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pertahanan dan keamanan hingga perekonomian, energi, pangan, perdagangan, dan kepentingan strategis Indonesia. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam kegiatan School of Thought – Founding Associates Batch One melalui Studium Generale & Strategic Dialogue di Gedung Lemhannas RI, Jakarta.

Acara itu menghadirkan Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily dengan tema “Membaca Arah Strategis Indonesia: Ketahanan Nasional dalam Kerangka Asta Cita”. Peserta memperoleh pemaparan tentang sejumlah persoalan strategis, termasuk pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, ancaman middle-income trap, dan perkembangan geopolitik global.

Menurut Raga, penguatan kapasitas anak muda perlu mencakup kepemimpinan, kebijakan publik, dan ketahanan nasional. Dalam kepemimpinan, mereka perlu mampu memahami persoalan, mengambil keputusan, menilai risiko, serta bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.

Untuk bidang kebijakan publik, pendidikan perlu membantu generasi muda memahami masalah masyarakat dan menyusun respons terhadap persoalan publik, bukan hanya mengejar capaian akademik. Sementara itu, pemahaman ketahanan nasional dibutuhkan agar mereka dapat membaca perubahan lingkungan strategis dan kaitannya dengan kepentingan Indonesia.

Raga menegaskan bahwa persiapan menuju 2045 perlu dimulai saat ini. Ia juga menyebut Asta Cita sebagai salah satu kerangka untuk memahami arah pembangunan nasional. Prioritas pembangunan dalam kerangka tersebut dituangkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai tahapan menuju Indonesia Emas 2045.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.