bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:47 WIB

Toyota Catat 6.175 SPK di GIIAS 2026, Kendaraan Elektrifikasi Dominasi 56 Persen

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Toyota Catat 6.175 SPK di GIIAS 2026, Kendaraan Elektrifikasi Dominasi 56 Persen
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Toyota-Astra Motor (TAM) berhasil mengumpulkan 6.175 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung selama 11 hari di ICE BSD City, Tangerang.

Dari total pemesanan tersebut, kendaraan elektrifikasi atau xEV menunjukkan performa kuat dengan menyumbang 56 persen dari keseluruhan SPK. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan penerimaan positif masyarakat terhadap strategi multi-pathway Toyota yang menawarkan beragam pilihan teknologi mobilitas.

Hiroyuki Oide menambahkan, Toyota terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan, performa, rasa percaya diri, dan pengalaman berkendara yang unggul kepada konsumen, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menyediakan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kontributor utama dalam perolehan SPK Toyota di GIIAS 2026 adalah keluarga Kijang Innova, dengan total pemesanan mencapai 2.221 unit. Model Innova Zenix Hybrid EV menjadi yang terlaris di segmen ini dengan 1.669 unit. Selain itu, model elektrifikasi lain seperti Veloz Hybrid EV juga mendapatkan sambutan hangat dengan 1.115 SPK, diikuti oleh Alphard Hybrid EV (307 SPK) dan Yaris Cross Hybrid EV (302 SPK).

Dalam pameran tersebut, Toyota juga memperkenalkan pilihan kendaraan elektrifikasi baru, yaitu New Land Cruiser 300 Hybrid EV dan bZ4X Touring Battery EV. Tingginya kontribusi kendaraan elektrifikasi menegaskan bahwa pilihan teknologi ramah lingkungan semakin diminati oleh konsumen, sementara Toyota tetap konsisten dengan pendekatan multi-pathway untuk memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.