bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Vatikan Bangun Pembangkit Energi Surya Senilai Rp2 Triliun untuk Capai Netral Karbon

Redaksi 04 September 2026 11 views
Vatikan Bangun Pembangkit Energi Surya Senilai Rp2 Triliun untuk Capai Netral Karbon
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Vatikan berencana membangun sebuah pembangkit energi terbarukan dengan sistem agrovoltaik yang diperkirakan menelan biaya sekitar 100 juta euro atau setara dengan Rp2,05 triliun. Sistem ini akan memanfaatkan lahan perkebunan untuk pemasangan panel surya tanpa menghambat pertumbuhan tanaman.

Sebelumnya, negara terkecil di dunia ini bergantung pada pasokan listrik dari Italia. Namun, melalui perjanjian antara Takhta Suci dan pemerintah Italia, Vatikan akan mencapai kemandirian energi dengan pembangunan pembangkit listrik agrivoltaik di Santa Maria di Galeria.

Proyek yang dilansir Reuters ini diprediksi memiliki kapasitas hingga 90 megawatt, menjadikannya salah satu instalasi agrivoltaik terbesar di Italia. Kapasitas energi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh Vatikan, yang memiliki populasi kurang dari seribu jiwa.

Teknologi panel surya yang akan dipasang beberapa meter di atas tanah ini diklaim tidak akan mengganggu aktivitas pertanian di bawahnya. Selain itu, bayangan dari panel surya juga berpotensi mengurangi penguapan air dan melindungi tanaman dari cuaca ekstrem. Sebagai bagian dari kesepakatan, surplus listrik dari proyek ini akan dialirkan ke Italia, menciptakan keuntungan bersama bagi kedua belah pihak.

Perwakilan dari Italia dan Vatikan telah bertemu pada awal Agustus lalu untuk meluncurkan proyek ini, menyusul pengesahan resmi perjanjian bilateral oleh Italia untuk pengembangan kawasan Santa Maria di Galeria.

Meskipun rincian pasti mengenai biaya, kapasitas, dan jangka waktu proyek belum diumumkan, beberapa sumber memperkirakan proses perizinan, administrasi, dan pembangunan dapat memakan waktu 18 hingga 24 bulan. Vatikan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini.

Proyek ini merupakan prioritas bagi mendiang Paus Fransiskus, yang dikenal sebagai paus pertama yang secara resmi mendukung pandangan ilmiah mengenai perubahan iklim, serta mendapat dukungan dari Paus Leo XIV.

Sebagai informasi tambahan, upaya pemanfaatan energi terbarukan juga gencar dilakukan di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian telah menghasilkan lebih banyak listrik dari tenaga surya dibandingkan batu bara atau gas alam. Kota Babcock Ranch di Florida bahkan telah beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga surya sejak 2016 dan dijuluki sebagai kota paling berkelanjutan di dunia. Uni Eropa menargetkan untuk menghasilkan 30 persen listriknya dari energi angin dan matahari pada tahun 2025.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.