bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, perusahaan manajemen investasi Vulcan Value Partners menyoroti ServiceNow, Inc. (NYSE:NOW) sebagai salah satu bisnis terbaik di dunia dalam surat investor kuartal pertama 2026. Vulcan Value Partners menambahkan ServiceNow sebagai posisi baru dalam portofolionya.
ServiceNow adalah perusahaan perangkat lunak berbasis cloud yang menyediakan platform untuk mengotomatisasi dan mengelola alur kerja digital. Perusahaan ini memiliki peran penting dalam mengoordinasikan dan mengotomatisasi pekerjaan lintas departemen dalam perusahaan besar, diibaratkan seperti menara kontrol di bandara yang mengatur pesawat (aplikasi perangkat lunak).
Platform ServiceNow terintegrasi dengan seluruh data dan sistem perusahaan, memungkinkannya untuk memperluas bisnisnya dari ranah IT ke area seperti penjualan, layanan, sumber daya manusia, keuangan, rantai pasok, operasi, keamanan, serta vertikal industri spesifik seperti layanan keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.
Vulcan Value Partners mencatat bahwa ServiceNow membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 21%, laba sebelum bunga dan pajak yang disesuaikan (adjusted EBIT) sebesar 28%, dan arus kas bebas per saham sebesar 33% pada tahun 2025. Pertumbuhan ini dicapai pada skala yang besar, menempatkan ServiceNow dalam jajaran perusahaan elit.
Meskipun kinerjanya kuat, saham ServiceNow dilaporkan turun sekitar 40% sepanjang tahun berjalan dan 60% sejak awal 2025. Perusahaan telah masuk dalam daftar 'MVP list' Vulcan Value Partners selama lebih dari lima tahun karena kemampuannya dalam mengakumulasi nilai secara signifikan. Penurunan harga saham baru-baru ini memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli bisnis berkualitas tinggi ini dengan margin keamanan yang substansial.
Pada penutupan perdagangan 21 April 2026, saham ServiceNow diperdagangkan seharga $100,14 per saham. Dalam satu bulan terakhir, sahamnya mengalami penurunan 2,83%, dan dalam 52 minggu terakhir, sahamnya kehilangan nilai 38,39%. Kapitalisasi pasar ServiceNow saat ini mencapai $104,75 miliar.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.