bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, seorang wanita berusia 86 tahun asal Inggris dinyatakan bersalah setelah melakukan kesalahan pengetikan satu huruf dalam dokumen pengajuan asuransi mobil tahunannya. Kesalahan tersebut berawal dari nomor registrasi kendaraan miliknya, di mana ia secara tidak sengaja mengetik huruf 'F' alih-alih huruf 'S'.
Menurut laporan BBC, wanita lanjut usia yang tinggal di York ini sedang dalam proses mengurus asuransi mobil Suzuki Splash miliknya hingga awal tahun 2026. Kesalahan pengetikan tersebut menyebabkan Badan Registrasi Pengemudi dan Kendaraan Inggris (DVLA), yang setara dengan DMV di Amerika Serikat, menganggap plat nomor tersebut tidak sesuai dan mobilnya tidak lagi terasuransi.
Kejadian ini cukup mengejutkan karena baik wanita tersebut, perusahaan asuransi Swinton Insurance, maupun pihak terkait lainnya, tampaknya tidak menyadari kesalahan fatal ini selama hampir satu tahun. Dalam surat yang diajukan ke sistem peradilan cepat Inggris (Single Justice Procedure), wanita tersebut menjelaskan bahwa ia meyakini mobilnya telah diasuransikan penuh dari 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026. Namun, pemberitahuan dari DVLA menyatakan mobilnya tidak terasuransi pada 6 Februari 2026.
Bahkan keponakan wanita tersebut turut angkat bicara dalam suratnya ke pengadilan, menyatakan bahwa semua dokumen asuransi ditemukan memiliki kesalahan satu huruf dan tidak ada yang menyadarinya. Saat berita ini ditulis, pengadilan menjatuhkan hukuman tiga bulan masa percobaan bersyarat, yang berarti dakwaan bersalah diterima namun hukuman belum final. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar £26 untuk biaya korban.
DVLA sendiri menyatakan akan meninjau kembali kasus ini setelah The Press Association memberitahukan kejadian tersebut. Pihak DVLA akan memeriksa dokumen-dokumen yang bersangkutan untuk melihat kemungkinan membatalkan putusan jika memang murni karena kesalahan pengetikan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.