bytedaily - Menjelang momen Lebaran 2026, warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan siber yang kian marak memanfaatkan momen peningkatan aktivitas belanja. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengidentifikasi kampanye penipuan yang secara spesifik mengeksploitasi periode Ramadhan, dengan modus utama menawarkan promo dan diskon besar.
Para pelaku kejahatan siber meniru identitas perusahaan resmi untuk menarik minat korban, lalu mengarahkan mereka ke situs web palsu untuk mengumpulkan data pribadi, seperti nomor telepon. Lebih mengkhawatirkan lagi, penipu kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyempurnakan taktik phishing, membuatnya lebih canggih dan sulit dideteksi oleh pengguna awam. Kasus serupa dilaporkan terjadi di sekitar hari raya besar lainnya setiap tahunnya.
Kaspersky mencatat tren peningkatan ancaman siber, dengan jutaan ancaman web terdeteksi tahun lalu. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melaporkan lonjakan kasus penipuan jelang Ramadhan 2026 yang berdampak pada puluhan ribu rekening. Untuk melindungi diri, penting untuk selalu waspada terhadap promo mencurigakan dari sumber tidak dikenal, verifikasi URL situs web secara manual, hindari mengunduh aplikasi dari sumber tidak terpercaya, gunakan kata sandi yang kuat dengan otentikasi dua faktor, dan jangan pernah membagikan informasi sensitif yang tidak diminta.