bytedaily - Pemerintah Indonesia akan mengimplementasikan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menghimbau sektor swasta untuk melakukan hal serupa setelah Idul Fitri. Langkah ini diambil sebagai strategi penghematan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), di tengah fluktuasi harga minyak global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengkonfirmasi bahwa detail kebijakan WFH akan segera dirinci. Kebijakan ini tidak akan berlaku untuk sektor pelayanan publik, namun akan diterapkan satu hari dalam seminggu bagi ASN dan dianjurkan untuk perusahaan swasta. Koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri akan dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan bahwa penerapan WFH satu hari dalam seminggu dapat menghasilkan penghematan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen. Pemberlakuan kebijakan ini hanya sehari dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas sektor tenaga kerja.