bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:52 WIB

WRI Indonesia Proyeksikan Penghematan Subsidi Solar Rp161 Triliun dari Truk Listrik

Redaksi 07 Oktober 2026 7 views
WRI Indonesia Proyeksikan Penghematan Subsidi Solar Rp161 Triliun dari Truk Listrik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, WRI Indonesia memperkirakan pemerintah bisa menghemat subsidi solar hingga Rp161 triliun jika kendaraan logistik beralih menggunakan truk listrik.

Urban Mobility Manager WRI Indonesia Dimas Fadhil mengatakan, peralihan tersebut diperlukan karena penggunaan solar diperkirakan terus meningkat sehingga kebutuhan impor bahan bakar itu ikut bertambah. Menurut analisis WRI Indonesia, penggunaan truk listrik berpotensi menghasilkan penghematan subsidi sebesar Rp161 triliun.

Dimas menyebutkan, pelaku industri dan logistik menghadapi dua tantangan utama dalam beralih ke truk listrik, yakni keandalan kendaraan beserta infrastruktur pendukung dan harga kendaraan yang masih tinggi. Infrastruktur pengisian daya, jarak tempuh truk, serta biaya kendaraan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Untuk mendukung transisi, saat ini tengah diuji coba green freight corridor atau koridor khusus truk listrik. Uji coba tersebut mencakup lima pilar, yaitu tata kelola dan kerangka pendukung, ajakan kepada pelaku usaha untuk mencoba kendaraan listrik, pembangunan fasilitas pengisian daya permanen maupun sementara, koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta evaluasi dan pemantauan kebijakan secara terukur.

Koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam program tersebut mendapat dukungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dimas berharap koridor ini dapat menjadi uji coba untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditangani pemerintah dan pengusaha sebelum program diterapkan secara permanen.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.