bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Zuckerberg: AS Tak Perlu Blokir AI China, Fokus Perkuat Daya Saing

Redaksi 30 Juli 2026 19 views
Zuckerberg: AS Tak Perlu Blokir AI China, Fokus Perkuat Daya Saing
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, CEO Meta, Mark Zuckerberg, berpandangan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak perlu mengambil langkah pemblokiran terhadap model kecerdasan buatan (AI) dari China sebagai strategi untuk memenangkan persaingan teknologi global. Menurut Zuckerberg, pelarangan model AI canggih buatan China bukanlah solusi yang efektif guna memperkuat posisi perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat.

Sebaliknya, Zuckerberg menyarankan agar perusahaan teknologi AS secara sistematis mengidentifikasi berbagai hambatan dan permasalahan yang menghalangi mereka dalam bersaing dengan para pengembang AI asal China. Pernyataan ini disampaikan oleh Zuckerberg dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Selasa (28/7).

Zuckerberg menekankan bahwa perusahaan-perusahaan di AS perlu fokus pada perbaikan daya saing mereka sendiri, daripada hanya mengandalkan pemblokiran terhadap pesaing dari China. Pandangan ini muncul di tengah meningkatnya diskusi di Washington mengenai perkembangan pesat model AI yang berasal dari China.

Salah satu model AI China yang mendapat sorotan adalah Kimi K3 yang dikembangkan oleh Moonshot AI, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. Model ini menarik perhatian karena kapabilitasnya dalam hal pemrograman, yang kemudian memicu perdebatan apakah perusahaan China sekadar meniru model AS atau justru mulai mempersempit kesenjangan teknologi melalui penelitian mandiri.

Sementara itu, pemerintah AS diketahui terus meningkatkan tekanan terhadap perusahaan teknologi China. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan larangan terhadap impor robot baru dan inverter daya dari China. Kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi pembangunan infrastruktur AI AS dari potensi ancaman keamanan nasional, sekaligus mendorong produksi industri strategis agar kembali ke dalam negeri.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga sempat memberikan peringatan bahwa perusahaan-perusahaan China dapat menghadapi sanksi finansial atau dimasukkan ke dalam daftar entitas yang dikelola oleh Departemen Perdagangan AS. Daftar tersebut berpotensi membatasi akses perusahaan China terhadap teknologi asal Amerika Serikat, terkait dengan dugaan praktik pencurian teknologi AS oleh perusahaan-perusahaan China. Namun, Zuckerberg tetap berpendapat bahwa pemblokiran model AI China tidak akan memberikan keunggulan yang signifikan bagi Amerika Serikat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.