bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 22:19 WIB

19 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 Akibat Kartu Kuning

Redaksi 08 Juli 2026 3 views
19 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 Akibat Kartu Kuning
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebanyak 19 pemain dipastikan berada dalam status 'awas' menjelang babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada Kamis (9/7) atau Jumat (10/7) waktu Indonesia bagian Barat. Ke-19 pemain tersebut telah menerima satu kartu kuning selama fase gugur, termasuk babak 32 besar dan 16 besar. Jika mereka kembali mendapatkan kartu kuning pada babak perempat final, mereka terancam tidak dapat bermain di babak semifinal.

Regulasi Piala Dunia 2026 mengatur adanya dua periode pemutihan kartu. Pemutihan pertama terjadi setelah fase grup, dan yang kedua setelah babak perempat final. Namun, pemain yang telah mengumpulkan dua kartu kuning tetap harus menjalani sanksi larangan bermain di pertandingan berikutnya.

Artinya, bagi pemain yang sudah mengantongi satu kartu kuning dan menerima kartu kuning lagi di perempat final, mereka akan absen di semifinal jika timnya berhasil lolos. Sebaliknya, pemain yang belum memiliki kartu kuning dan baru menerima satu kartu di perempat final akan mendapatkan status bersih untuk babak semifinal.

Dalam daftar pemain yang rawan terkena akumulasi kartu, Maroko dan Inggris menjadi dua negara yang paling berisiko. Masing-masing tim memiliki lima pemain yang telah mengumpulkan satu kartu kuning. Dari kubu Maroko, pemain yang dimaksud adalah Issa Diop, Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Bilal El Khannouss, dan Azzedine Ounahi. Sementara itu, dari tim Inggris, pemain yang berstatus awas adalah Jude Bellingham, Nico O'Reilly, Declan Rice, Marc Guehi, dan Jordan Henderson.

Maroko dan Inggris diimbau untuk berhati-hati dalam menghadapi lawan mereka di perempat final, yaitu Prancis dan Norwegia. Selain fokus pada kemenangan dan kelolosan ke semifinal, kedua negara tersebut juga harus memastikan pemain-pemain kunci mereka tidak mendapatkan kartu kuning tambahan. Absennya pemain vital ini dapat menjadi kerugian besar bagi tim di babak semifinal karena peran penting mereka dalam strategi permainan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.