bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tim nasional Maroko menghadapi potensi kerugian jelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Prancis pada Jumat (10/7) dini hari WIB, karena lima pemainnya berisiko terkena akumulasi kartu.
Situasi ini muncul setelah empat pemain Maroko, yaitu Bilal El Khannouss, Redouane Halhal, Azzedine Ounahi, dan Achraf Hakimi, menerima kartu kuning dalam pertandingan sebelumnya melawan Kanada. Tambahan satu pemain, Issa Diop, juga tercatat mengoleksi kartu kuning pada laga yang sama, di samping kontribusinya mencetak gol ke gawang Belanda.
Menurut regulasi FIFA, kartu kuning yang diterima pemain akan dihapus setelah melewati fase perempat final. Namun, jika pemain yang sudah mengantongi satu kartu kuning kembali mendapatkan kartu kuning saat berhadapan dengan Prancis, mereka secara otomatis akan absen di pertandingan semifinal.
Kekhawatiran akan sanksi ini berpotensi membatasi kebebasan bermain para pemain yang bersangkutan, padahal Maroko diprediksi membutuhkan performa maksimal dari seluruh skuadnya sejak awal pertandingan melawan Prancis.
Maroko memiliki catatan terbaik menembus babak semifinal Piala Dunia pada edisi 2022, di mana mereka dihentikan oleh Prancis. Kini, Prancis kembali menjadi batu sandungan bagi Maroko yang berupaya mengulang pencapaian serupa di Piala Dunia 2026.