bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:20 WIB

Airlangga Optimistis AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

Redaksi 11 Juli 2026 4 views
Airlangga Optimistis AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pengembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah berencana membangun infrastruktur dan ekosistem digital yang memadai guna memaksimalkan adopsi teknologi AI di dalam negeri.

Airlangga menekankan bahwa percepatan transformasi digital dan penerapan teknologi AI merupakan prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini didasari oleh efisiensi yang ditawarkan AI serta kemampuannya untuk tidak bergantung pada kerentanan jalur logistik fisik global.

"Mengapa transformasi digital itu penting? Karena transformasi digital tidak perlu melewati Selat Hormuz. Jadi kita bisa mempercepat transformasi digital tersebut," ujar Airlangga dalam acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (10/7).

Lebih lanjut, pemerintah berkomitmen menjalin kerja sama strategis di sektor hulu ekosistem digital, termasuk menggandeng perusahaan teknologi asal Inggris, Arm. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan semikonduktor, di mana Arm menguasai lebih dari 90 persen desain chip. Rencananya, akan ada pelatihan bagi 15.000 teknisi dan insinyur dalam ekosistem Arm.

Airlangga juga memaparkan bahwa kapasitas pusat data terpasang di Indonesia saat ini mencapai 580 Megawatt (MW), dengan komitmen investasi baru yang sedang dalam antrean mencapai 1,3 Gigawatt (GW). Potensi investasi digital ini semakin diperkuat oleh kesiapan infrastruktur kabel fiber optik yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia hingga ke Amerika Serikat.

Langkah pemerintah ini juga disambut baik oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang sebelumnya menyuarakan kekhawatiran mengenai ketimpangan arus modal global yang cenderung terkonsentrasi pada perusahaan teknologi raksasa, terutama di sektor infrastruktur AI dan semikonduktor.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengamati fenomena konsentrasi modal global tersebut. Ia mencontohkan tingginya minat investor pada penawaran umum perdana (IPO) SpaceX dan rencana IPO SK Hynix yang mengalami kelebihan pemesanan signifikan.

"Uang terus mengalir ke Amerika Serikat dan ke sejumlah kecil perusahaan teknologi: infrastruktur AI, semikonduktor, pusat data, dan kapasitas komputasi. Terjadi konsentrasi modal yang sangat besar," ungkap James.

James menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi Indonesia adalah bagaimana agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu berperan strategis sebagai produsen dan bagian integral dari rantai nilai global. Dengan kepastian infrastruktur digital yang disajikan pemerintah, James memprediksi Indonesia akan segera menerima gelombang investasi digital dari investor global senilai puluhan miliar dolar untuk pembangunan pusat komputasi dan pengadaan chip GPU tercanggih.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan kesiapan Kadin untuk menjadi jembatan strategis dalam mewujudkan potensi tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.