bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, seorang wanita di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, ditangkap karena dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) setelah alasannya kepada polisi bahwa ia membutuhkan minuman keras untuk tetap terjaga gagal meyakinkan petugas.
Menurut laporan Cleveland.com, wanita tersebut dihentikan oleh polisi di Jalan Antarnegara Bagian 77 karena mengemudi dengan kecepatan 38 mph di jalan yang batas kecepatannya 60 mph. Petugas melihat beberapa pengemudi lain mengerem mendadak atau berpindah jalur untuk menghindarinya, yang mengindikasikan penegakan hukum diperlukan terlepas dari kondisi pengemudi.
Saat petugas mendekati mobilnya, wanita tersebut mengeluh tentang pengemudi lain yang ngebut. Ia kemudian membantah telah minum alkohol, gagal dalam tes kemampuan mengemudi setelah terjatuh saat melakukannya. Ketika dihadapkan dengan gelas berisi minuman keras yang ditemukan di mobilnya, ia mengaku membutuhkannya agar tetap terjaga.
Meskipun strategi tersebut mungkin didasarkan pada efek stimulan ringan dari alkohol, petugas tidak terkesan. Laporan jalopnik.com mencatat bahwa meskipun tidak ada kutipan langsung yang disertakan dalam versi kejadian Cleveland.com, alasan tersebut tidak cukup untuk mengubah pikiran petugas.
Wanita tersebut kini menghadapi dakwaan mengemudi dalam keadaan mabuk, mengemudi terlalu lambat, dan membawa wadah terbuka. Insiden ini menekankan bahwa alasan tersebut tidak efektif dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dapat berakibat fatal.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.