bytedaily - Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, mengekspresikan kegembiraannya seusai memastikan diri melaju ke babak final Swiss Open. Keberhasilan ini diraih Alwi setelah menumbangkan unggulan pertama turnamen, Li Shifeng, dalam laga semifinal yang ketat.
Alwi menjelaskan bahwa pertandingan melawan Li Shifeng tidak sesederhana kelihatannya. Ia mengakui adanya dinamika strategi yang terus berubah di lapangan, namun tekad untuk tidak mengecewakan dukungan publik Indonesia yang rela begadang demi menonton pertandingannya menjadi motivasi utama.
"Terima kasih banyak buat doa dan dukungannya, sangat berarti bagi saya, merasa ditemani walaupun banyak perbedaan jam. Semoga besok saya bisa membawa piala ke Indonesia," ujar Alwi, seperti dikutip dari rilis PBSI. Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam Alwi atas kekalahan yang dialaminya dari Li Shifeng pada pertemuan sebelumnya di China Masters, di mana ia kalah telak.
Pengalaman kekalahan tersebut, menurut Alwi, memberikannya pelajaran berharga yang ia terapkan di pertemuan kedua ini. "Di pertemuan pertama pastinya merasa agak syok karena tidak menyangka permainan dia berbeda dengan yang saya lihat tapi hari ini alhamdulillah saya bisa penyesuaian, bisa lebih siap untuk menghadapi dia," ungkapnya.
Tak dapat menahan luapan emosinya, Alwi mengaku harus menahan diri sepanjang pertandingan agar tidak berlebihan. Momen kemenangan membuatnya melepaskan segala beban emosi yang terpendam. "Makanya tadi selebrasinya cukup ekspresif," tutur Alwi. Di partai puncak, Alwi Farhan akan berhadapan dengan wakil Jepang, Yushi Tanaka, yang sebelumnya berhasil mengalahkan kompatriotnya, Anthony Ginting.