bytedaily - Pertarungan memperebutkan posisi penjaga gawang utama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 mendatang diprediksi akan sengit. Pelatih John Herdman dihadapkan pada pilihan krusial antara Maarten Paes dan Emil Audero, di antara empat nama lain yang turut dipanggil, yakni Nadeo Argawinata, Ernando Ari Sutaryadi, dan Cahya Supriadi.
Emil Audero, yang kini berusia 29 tahun dan memiliki pengalaman bermain di berbagai klub Italia termasuk Juventus dan tim kasta kedua Palermo, menjadi kiper paling senior dalam skuad. Namun, usia bukan satu-satunya penentu. Ketangkasan individu dan kesesuaian dengan taktik permainan yang diinginkan menjadi faktor kunci.
Maarten Paes, yang baru saja bergabung dengan Ajax Amsterdam pada paruh kedua musim, justru mendapat sorotan terkait statistik umpannya yang dinilai rendah. Gaya sepak bola modern, khususnya di Belanda yang menuntut keterlibatan kiper dalam membangun permainan dari lini belakang, menjadi tantangan tersendiri bagi Paes. Sebaliknya, Emil tampak lebih nyaman dengan skema permainan di Italia.
Keputusan akhir John Herdman diprediksi akan sangat bergantung pada filosofi sepak bola yang ingin diterapkan. Pertanyaan besarnya adalah apakah Herdman membutuhkan kiper yang aktif terlibat dalam build-up serangan atau yang lebih mengedepankan pragmatisme dalam bertahan. Dengan kualitas yang dimiliki kelima penjaga gawang tersebut, timnas Indonesia memiliki opsi kuat di bawah mistar.
Pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis akan menjadi pemanasan awal, namun ujian sesungguhnya baru akan dihadapi saat bersua Bulgaria di laga kedua. Momen inilah yang diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai pilihan utama pelatih dalam strategi jangka panjang timnas.