bytedaily - Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan alokasi dana sebesar Rp5 triliun yang ditujukan untuk memperkuat infrastruktur irigasi dan penyediaan benih unggul. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap potensi kekeringan yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia akibat fenomena El Nino. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa lebih dari Rp3 triliun dari total anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan sistem irigasi, termasuk program pompanisasi dan optimalisasi sumber air, guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain penguatan irigasi, Kementan juga mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk penyediaan benih unggul yang tahan terhadap kekeringan. Benih-benih ini dirancang untuk mempercepat masa tanam dan memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun, terutama di wilayah lahan tadah hujan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) secara signifikan dan menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks.
Upaya pemerintah dalam menghadapi El Nino tidak hanya berhenti pada alokasi anggaran. Kementan juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare dan membuka pendaftaran bantuan pompa air sebanyak 80 ribu unit yang ditargetkan menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan terdampak kekeringan. Menteri Amran menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sembari optimis bahwa langkah mitigasi ini akan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.