bytedaily - Melansir laporan dari ekbis.sindonews.com, transformasi digital semakin memengaruhi industri perasuransian, mulai dari pelayanan kepada nasabah hingga pengelolaan dokumen dan upaya membangun kepercayaan dalam ekosistem industri. Perubahan tersebut mendorong para profesional untuk meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Ketua Umum Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), Abdul Rohman, mengatakan teknologi telah mengubah proses bisnis dan cara perusahaan asuransi memberikan layanan. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam menghadapi transformasi industri.
APARI ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat menginspirasi sekaligus memperkuat kesiapan para profesional menghadapi perubahan.