bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, posisi 'L' pada transmisi otomatis mobil memiliki arti 'low' atau gigi rendah. Mode ini membatasi kendaraan untuk menggunakan gigi-gigi terendah, biasanya gigi pertama atau kedua pada mobil lama, dan mungkin hingga gigi ketiga pada mobil modern dengan transmisi yang lebih banyak.
Fungsi utama mode 'L' adalah untuk memberikan kontrol kendaraan yang lebih baik dalam kondisi tertentu. Hal ini sangat berguna saat menarik beban (towing), menghadapi tanjakan curam, turunan tajam, atau saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk seperti salju dan es. Dalam situasi tersebut, gigi rendah membantu mesin menghasilkan torsi yang cukup untuk akselerasi dan menanjak, serta memanfaatkan pengereman mesin untuk mengontrol kecepatan saat menurun.
Penggunaan gigi rendah juga dapat mengurangi perpindahan gigi yang berlebihan, yang dapat memberi tekanan dan keausan pada transmisi. Selain itu, saat melaju di turunan, gigi rendah membantu menjaga kecepatan tetap rendah dan membuat pengereman mesin lebih efektif, yang juga mengurangi keausan kampas rem.
Namun, penting untuk diingat bahwa mode 'L' hanya boleh digunakan saat benar-benar diperlukan. Setelah kondisi yang membutuhkan gigi rendah teratasi, pengemudi harus segera mengembalikan transmisi ke mode berkendara normal ('D'). Berkendara dalam mode 'L' pada kondisi jalan normal akan menyebabkan putaran mesin lebih tinggi dari biasanya, yang dapat meningkatkan stres dan keausan pada mesin serta transmisi, menurunkan efisiensi bahan bakar, dan meningkatkan tingkat kebisingan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.