bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, asbak masih terpasang di toilet pesawat modern meskipun merokok di dalam kabin telah dilarang sejak tahun 2000. Alasan utamanya adalah mitigasi risiko, mengingat adanya insiden kebakaran pesawat di masa lalu yang diduga akibat merokok di toilet.
Menurut laporan tersebut, asbak di toilet pesawat tetap diwajibkan sebagai tindakan pencegahan jika ada penumpang yang nekat merokok secara ilegal. Asbak tersebut berfungsi sebagai tempat aman untuk membuang puntung rokok yang masih menyala, mencegahnya dibuang ke tempat sampah yang berisi bahan mudah terbakar seperti tisu.
Jalopnik.com mengutip beberapa tragedi penerbangan yang disebabkan oleh kebakaran di toilet akibat merokok. Salah satunya adalah insiden pada penerbangan Varig tahun 1973 yang menewaskan 123 orang, serta dua insiden lainnya pada tahun 1982 dan 1983 yang juga merenggut puluhan nyawa.
Tragedi tersebut, bersama dengan kekhawatiran akan asap rokok pasif, mendorong badan regulasi penerbangan internasional untuk memberlakukan larangan merokok di pesawat. International Civil Aviation Organization (ICAO) merekomendasikan larangan merokok global pada tahun 1992, diikuti oleh larangan total di maskapai Uni Eropa pada tahun 1997 dan oleh FAA di wilayah yurisdiksinya pada tahun 2000.
Bagi penumpang yang kedapatan merokok di toilet pesawat, sanksi yang menanti adalah denda yang cukup besar, bahkan hingga mencapai $1.771 menurut FAA, selain pandangan tidak menyenangkan dari penumpang lain.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.