bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, asteroid raksasa bernama Apophis, yang ukurannya setara dengan gedung pencakar langit, diperkirakan akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. Fenomena ini berpotensi dapat disaksikan oleh miliaran orang di seluruh dunia.
Perhitungan detail mengenai jalur lintasan asteroid ini telah disusun oleh pensiunan kartografer Michael Zeiler dan astronom Rick Fienberg. Berdasarkan peta visibilitas yang mereka bagikan, sekitar 90 persen populasi dunia, atau setara dengan 7,6 miliar orang, berada di wilayah yang secara teori memungkinkan untuk melihat Apophis dengan mata telanjang. Namun, keberhasilan pengamatan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca setempat, termasuk ketebalan awan dan tingkat polusi cahaya.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa Apophis tidak akan terlihat seperti meteor yang menyala terang, melainkan hanya sebagai titik cahaya kecil yang bergerak secara konstan. Pada titik terdekatnya dengan Bumi, pergerakannya diperkirakan setara dengan lebar Bulan Purnama setiap menitnya. Rick Fienberg menyatakan bahwa pergerakannya akan menarik perhatian karena lebih lambat dari satelit dan akan melintasi langit dalam hitungan jam, bukan menit, serta hanya tampak sebagai satu titik cahaya.
Diperkirakan, penampakan asteroid ini dengan mata telanjang akan berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Richard Binzel, seorang profesor sains planet di Massachusetts Institute of Technology (MIT), menekankan bahwa ini merupakan peristiwa bersejarah di mana manusia dapat memprediksi kemunculan asteroid yang terlihat saat melintasi Bumi, menyebutnya sebagai 'momen pengalaman kolektif bagi umat manusia'.
Binzel juga memastikan bahwa asteroid raksasa ini akan melintas dengan aman, berkat pengamatan yang sangat akurat selama lebih dari dua dekade. Meskipun pada awal penemuannya di tahun 2004 terdapat kalkulasi awal yang menunjukkan peluang tabrakan 1 banding 37 pada tahun 2029, pengamatan lanjutan oleh NASA telah memperjelas jalur orbitnya dan menepis ancaman tabrakan, baik pada tahun 2029 maupun dalam satu abad ke depan.
Fenomena ini dilihat oleh para ilmuwan sebagai kesempatan langka untuk mempelajari bagaimana gaya gravitasi Bumi memengaruhi struktur asteroid dari jarak dekat. Gaya gravitasi Bumi diperkirakan akan menarik Apophis ke jalur orbit baru mengelilingi Matahari tanpa menimbulkan bahaya di masa depan. Namun, selama proses ini, asteroid tersebut berpotensi mengalami peregangan atau penekanan yang dapat memicu tanah longsor di permukaannya, atau bahkan menyingkap material yang tersembunyi di lapisan luarnya. Ada juga kemungkinan bahwa asteroid ini tidak mengalami dampak fisik sama sekali.
Binzel menambahkan bahwa ketidakpastian mengenai dampak pada fisik asteroid justru menjadi alasan penting untuk mengamatinya, karena apa pun hasilnya, akan memberikan banyak pembelajaran. Para ilmuwan berencana memantau pergerakan Apophis dari observatorium di Kepulauan Canary, Spanyol, yang lokasinya di Samudra Atlantik dianggap strategis untuk pengamatan tersebut.