bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Astronaut Kanada Jeremy Hansen Mundur dari Peran Penuh Waktu di Badan Antariksa

Redaksi 07 Juli 2026 20 views
Astronaut Kanada Jeremy Hansen Mundur dari Peran Penuh Waktu di Badan Antariksa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Jeremy Hansen, seorang astronaut Kanada yang tergabung dalam kru misi Artemis II, mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari peran astronaut penuh waktu mulai September mendatang. Keputusan ini diambil setelah Hansen menyelesaikan misi bersejarah mengorbit Bulan bersama tiga rekannya dari Amerika Serikat pada April lalu.

Dalam unggahan di media sosial pada Senin (6/7) waktu setempat, Hansen menjelaskan bahwa langkah ini bukanlah sebuah pengunduran diri total, melainkan peralihan peran menjadi anggota cadangan Royal Canadian Air Force. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil secara sadar untuk memberikan ruang bagi pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung program antariksa Kanada.

Badan Antariksa Kanada (CSA) mengonfirmasi kabar tersebut dalam sebuah pernyataan, menyebutkan bahwa Hansen akan mengejar peluang profesional baru. CSA juga memberikan apresiasi atas kepemimpinan, dedikasi, dan profesionalisme Hansen, yang dianggap telah memberikan kontribusi signifikan bagi Kanada dalam eksplorasi antariksa dan menginspirasi generasi muda.

Baik Hansen maupun CSA belum memberikan rincian mengenai peluang profesional yang akan dijalani Hansen setelah mundur pada musim gugur nanti. Pengunduran diri Hansen akan menyisakan tiga astronaut aktif di CSA: David Saint-Jacques, Joshua Kutryk, dan Jenni Gibbons.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan terima kasih atas pengabdian luar biasa Hansen kepada Kanada dan kontribusinya dalam eksplorasi antariksa, seraya memuji rekam jejaknya sebagai pilot pesawat tempur dan perannya dalam misi Artemis II yang menyatukan warga Kanada.

Hansen sendiri menyebut keputusan ini sebagai langkah penting berikutnya dalam kariernya, setelah 32 tahun mengabdi di militer dan 17 tahun sebagai astronaut CSA, yang puncaknya adalah misi mengelilingi Bulan dalam Artemis II. Ia adalah satu-satunya astronaut internasional dalam misi tersebut, yang merupakan perjalanan pertama manusia ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun dan mencatat rekor jarak terjauh ke luar angkasa.

Misi Artemis II diikuti oleh astronaut NASA, termasuk komandan misi Reid Wiseman, Victor Glover yang menjadi orang kulit hitam pertama menjelajah luar angkasa, dan Christina Koch yang memegang rekor astronaut dan menjadi perempuan pertama menjelajah Bulan. NASA berencana melanjutkan program Artemis dengan misi Artemis III yang akan menguji kemampuan kapsul Orion dan Artemis IV yang diproyeksikan mendaratkan manusia di Bulan paling cepat pada 2028.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.