bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Asuransi Astra Buana berhasil mencatat pendapatan asuransi sebesar Rp8,88 triliun pada tahun 2025. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan ini juga sukses mempertahankan peringkat Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dari lembaga pemeringkat internasional AM Best selama empat tahun berturut-turut.
Selain FSR A-, Asuransi Astra juga kembali memperoleh Long-Term Issuer Credit Rating (Long-Term ICR) "a-" (Excellent) dan Indonesia National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional) dengan prospek stabil. AM Best menilai kondisi keuangan Asuransi Astra tetap sangat kuat, didukung oleh permodalan yang kokoh, kinerja operasional yang solid, profil bisnis yang stabil, serta penerapan manajemen risiko perusahaan yang memadai.
Lembaga pemeringkat tersebut mencatat rasio permodalan Asuransi Astra berada pada level yang sangat kuat, ditopang oleh kenaikan ekuitas pemegang saham sebesar 17,1 persen pada tahun 2025. Dari sisi investasi, portofolio perusahaan dinilai memiliki tingkat risiko moderat karena didominasi oleh obligasi dan reksa dana berkualitas baik. AM Best juga melaporkan return on equity (ROE) Asuransi Astra mencapai 18 persen pada tahun 2025, dengan hasil investasi dan kinerja underwriting sebagai kontributor utama pendapatan.
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximilian Agustinus, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan kepada nasabah. Ia berharap raihan yang konsisten selama empat tahun berturut-turut ini dapat menjadi fondasi kuat untuk memperkuat kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan. Maximilian menambahkan bahwa pencapaian ini juga memotivasi perusahaan untuk terus bertumbuh demi memenuhi bahkan melampaui ekspektasi pelanggan, sehingga memberikan rasa aman yang sesungguhnya dalam setiap perlindungan yang diberikan.
AM Best juga mengapresiasi profil bisnis Asuransi Astra yang tetap stabil berkat portofolio usaha yang terdiversifikasi di berbagai lini bisnis dan jaringan distribusi yang luas. Kerangka Enterprise Risk Management (ERM) perusahaan dinilai sesuai dengan skala dan kompleksitas operasionalnya. Sepanjang 2025, Asuransi Astra terus mengembangkan layanannya melalui berbagai kanal seperti kantor cabang, Garda Center, Garda Oto, serta layanan digital guna menjaga daya saing di industri asuransi umum.